Gejala utamanya berupa benjolan pada kulit yang terpapar sinar matahari, tidak nyeri, cepat tumbuh, keras, bulat, berwarna kemerahan atau lebih gelap.

Pengobatan meliputi operasi pengangkatan, kemoterapi, radiasi, atau imunoterapi.

>>> Pelatih Yordania Berharap Messi Tampil di Piala Dunia 2026, Pesannya Mengejutkan

Kanker Timus

Kanker timus terjadi di sel luar timus, organ kecil di dada atas yang memproduksi sel darah putih. Karsinoma timus tumbuh cepat dan cenderung menyebar ke paru-paru.

Banyak penderita tidak bergejala saat diagnosis.

Namun, kanker ini bisa menyebabkan batuk terus-menerus, sesak napas, nyeri dada, suara serak, atau bengkak di dada, wajah, leher, dan lengan.

Perawatan meliputi operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, atau terapi target.

Hepatoblastoma

Hepatoblastoma adalah kanker hati yang biasanya terjadi pada 3 tahun pertama kehidupan. Di AS, terdapat 50-70 kasus baru setiap tahun.

Gejala bervariasi, seperti sakit atau bengkak di perut, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan. Perawatan meliputi operasi, kemoterapi, transplantasi hati, atau radiasi.

Glioblastoma

Glioblastoma merupakan tumor otak ganas primer paling umum pada orang dewasa. Prevalensi globalnya 0,59 hingga 5 kasus per 100.000 orang per tahun.

Tumor ini sangat agresif dan sulit diobati. Gejala tergantung lokasi tumor, biasanya sakit kepala, mual, dan hilang ingatan.

Sarkoma Ewing

Sarkoma Ewing adalah kanker yang biasanya tumbuh di jaringan tulang, menyerang anak-anak dan dewasa muda. Sekitar 2,93 anak per 100.000 di AS didiagnosis setiap tahun.

Gejalanya berupa nyeri dan bengkak di area terkena, benjolan, demam, atau tulang patah tanpa sebab jelas. Pilihan pengobatan meliputi kemoterapi, radiasi, operasi, atau kemoterapi dosis tinggi.

Sarkoma Kaposi

Sarkoma Kaposi adalah kanker pada sel yang melapisi getah bening atau pembuluh darah.

Kanker ini jarang pada populasi umum, namun lebih sering pada individu dengan sistem imun lemah atau terinfeksi HIV.

>>> Top 3 Berita Bola: Timnas Indonesia Gilas Myanmar, Awal Sempurna di Piala AFF U-19 2026

Gejala utama berupa bercak ungu, merah, atau coklat di kulit (kaki atau wajah), organ lain, selaput lendir mulut, hidung, tenggorokan, dan kelenjar getah bening.