Pemberian pakan sering bertujuan meminimalisir persaingan yang menyebabkan ayam kecil tertinggal. Distribusi merata membuat pertumbuhan seluruh kelompok lebih seragam.

Jadwal pemberian pakan fase starter:

  • Pukul 06.00 pagi hari.
  • Pukul 10.00 pagi hari.
  • Pukul 14.00 siang hari.
  • Pukul 18.00 sore hari.

Ayam KUB memerlukan pakan dengan protein sekitar 20% dan energi metabolis 3.000 kkal/kg.

Frekuensi empat kali sehari efektif membantu anak ayam bertubuh kecil tetap mendapat nutrisi cukup.

3. Fase Grower (Usia 1–3 Bulan)

Saat memasuki usia lebih dari satu bulan, ayam dipindahkan ke kandang pembesaran. Pertumbuhan fisik seperti pembentukan rangka tulang dan otot berlangsung cepat.

Pola makan teratur menjadi semakin penting. Jadwal pemberian makan disesuaikan menjadi tiga kali sehari.

Jadwal makan fase grower:

  • Pukul 06.00 pagi hari.
  • Pukul 12.00 siang hari.
  • Pukul 17.00 sore hari.

Pakan ideal mengandung protein 17–17,5% dan energi metabolis 2.800 kkal/kg. Bentuk pakan bisa mash, crumble, atau pellet.

Peternak wajib memastikan panjang tempat pakan mencukupi agar semua ayam makan bersamaan.

4. Fase Remaja (Usia 3–6 Bulan)

Ayam kampung mulai beranjak remaja dan mempersiapkan tubuh untuk masa produksi. Pemberian pakan tetap tiga kali sehari dengan kombinasi bahan lebih beragam.

Pola waktu pemberian pakan fase remaja:

  • Pukul 06.00 pagi hari.
  • Pukul 13.00 siang hari.
  • Pukul 17.00 sore hari.

Peternak bisa mencampur pakan komersial dengan dedak, jagung giling, atau hijauan untuk menekan biaya. Dalam sistem semi intensif, ayam bisa mendapatkan protein tambahan dari serangga dan cacing tanah.

5. Fase Dewasa dan Petelur (Lebih dari 6 Bulan)

Kebutuhan nutrisi berubah total saat ayam dewasa dan mulai bertelur. Fokus utama adalah menjaga stabilitas produksi telur serta kualitas cangkang.