Perusahaan-perusahaan yang memimpin akan menentukan generasi berikutnya,” kata Zuckerberg dalam memo itu, yang diunggah di X oleh seorang reporter New York Times, sebagaimana dilansir NBC News, Jumat (22/5/2026).

Sebelum melepas ribuan pekerjanya, Meta sempat memindahkan 7.000 karyawan ke proyek pengembangan agen dan produk kecerdasan buatan pada 18 Mei.

Oracle memecat 30.000 pegawai global atau sekitar 18 persen dari total staf pada awal April demi memfokuskan alokasi anggaran ke infrastruktur pusat data.

Langkah serupa diambil Amazon yang memangkas 16.000 pekerja pada awal tahun ini, setelah sebelumnya merumahkan 14.000 orang pada akhir Oktober tahun lalu.

“Seiring dengan peluncuran lebih banyak AI Generatif dan agen, hal itu akan mengubah cara kerja kita.

Kita akan membutuhkan lebih sedikit orang untuk melakukan beberapa pekerjaan yang dilakukan saat ini, dan lebih banyak orang untuk melakukan jenis pekerjaan lain,” kata Jassy, dikutip dari CNN News.

Dampak Efisiensi Jaringan dan Finansial

Cisco mengurangi 4.000 karyawannya pada pertengahan Mei untuk menyelaraskan struktur biaya dengan peluang pasar baru.

Penjualan infrastruktur pintar Cisco ke korporasi hyperscaler menyentuh angka 5,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 93 triliun sepanjang tahun fiskal berjalan.

>>> Nvidia Luncurkan DGX Station for Windows, Superkomputer AI untuk Meja Kerja

“Ini berarti membuat keputusan sulit, tentang di mana kami berinvestasi, bagaimana kami diorganisasi, dan bagaimana struktur biaya kami mencerminkan peluang yang ada di depan,” kata Robbins.

Perusahaan finansial Block memangkas lebih dari 4.000 pekerja pada Februari 2026, sehingga menyisakan staf kurang dari 6.000 orang dari sebelumnya 10.000 orang.

“Tim yang jauh lebih kecil, menggunakan alat yang kami bangun, dapat melakukan lebih banyak dan melakukannya dengan lebih baik,” kata Dorsey dilansir dari Forbes.