Perusahaan keamanan siber Kaspersky melaporkan lonjakan drastis serangan berbasis Near Field Communication (NFC) pada perangkat Android.

Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah serangan meningkat 188 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> AI Percepat Serangan Siber, CrowdStrike Sebut Industri Keuangan dalam Bahaya

Data telemetri Kaspersky menunjukkan bahwa para pelaku kejahatan siber semakin aktif memanfaatkan teknologi pembayaran nirsentuh. Mereka menargetkan data kartu perbankan dan menguras rekening korban.

Lebih dari 35 Ribu Serangan Berhasil Diblokir

Sistem keamanan Kaspersky memblokir sekitar 35.600 serangan yang melibatkan berbagai keluarga malware Android berbasis NFC.

Angka ini melonjak tajam dibandingkan 12.300 serangan pada periode yang sama di tahun 2025.

Beberapa malware yang sering digunakan antara lain SuperCard X, PhantomCard, NGate, serta versi modifikasi berbahaya dari alat NFCGate.

Meski mayoritas serangan masih terdeteksi di Rusia, tren ancaman serupa mulai berkembang di Amerika Latin dan Eropa.

>>> Asus Luncurkan ProArt P16 dan P14 dengan Superchip Nvidia RTX Spark di Computex 2026

Dua Modus Utama yang Digunakan Penjahat Siber

Peneliti Kaspersky menemukan dua metode utama yang digunakan untuk mengeksploitasi teknologi NFC pada perangkat Android.

Modus NFC Langsung: Pelaku menghubungi korban melalui aplikasi pesan instan dengan dalih verifikasi identitas atau pembaruan layanan perbankan.

Korban diarahkan mengunduh aplikasi palsu yang menyamar sebagai aplikasi keuangan resmi.

Setelah aplikasi terinstal, korban diminta menempelkan kartu ATM atau debit ke ponsel yang terinfeksi malware dan memasukkan PIN.

>>> Vertu AlphaFold: Ponsel Lipat Mewah dengan Asisten AI Hermes

Tanpa disadari, seluruh data kartu bank dicuri dan dikirimkan ke pelaku.