TEKKONKINKREET, film pemenang penghargaan tahun 2006 yang diadaptasi dari manga legendaris karya Taiyo Matsumoto, kembali ke bioskop dalam remaster 4K pada 31 Mei dan 1 Juni 2026.

GKIDS juga akan merilis versi 4K UHD Blu-Ray dan unduhan digital tahun ini.

>>> Daemons of the Shadow Realm Umumkan Tambahan Pemeran, Termasuk Pengisi Suara Tenaga dan Ashinaga

Film ini merupakan debut penyutradaraan Michael Arias dan memenangkan Japan Academy Film Prize untuk Animasi Terbaik 2008.

Kami berbincang dengan Arias dan penulis skenario Anthony Weintraub tentang perjalanan mereka menggarap film ini.

Awal Mula Proyek

Michael Arias mengaku pertama kali mengenal manga TEKKONKINKREET pada tahun 1996. Seorang teman sekamar di Tokyo memberinya tiga volume dan berkata, "Ini akan membuatmu menangis."

Arias langsung terpikat dan selama 10 tahun berikutnya selalu membawa manga itu ke mana pun. Awalnya, ia hanya bercanda ketika ditanya proyek apa yang akan dikerjakan selanjutnya.

"Jawaban saya selalu, 'Saya akan membuat film TEKKONKINKREET.' Dan itu mulai menjadi kenyataan," ujar Arias.

Ia membuat beberapa demo dan melibatkan Weintraub. Proyek mulai mengumpulkan momentum, meskipun butuh lima tahun untuk mewujudkannya.

Anthony Weintraub menambahkan bahwa ia sudah lama berteman dengan Arias. "Dia membawa saya ke proyek ini.

Kami sudah sering bicara tentang bekerja sama," katanya. Weintraub terkesan dengan materi sumber dan setuju untuk menggarap skenario.

"Kami sepakat bahwa intinya adalah mempertahankan emosi cerita sambil menavigasi perubahan nada antara kelembutan dan kebrutalan manga," jelas Weintraub.

Menjadi Sutradara Asing di Industri Anime

Arias adalah salah satu sutradara non-Jepang paling awal yang menyutradarai film anime. Ia mengaku tidak pernah menganggap statusnya sebagai orang asing sebagai hambatan.