"Jika Anda menganggapnya sebagai kekurangan, itu hanya akan memperlambat Anda. Saya merasa menjadi orang asing adalah semacam kekuatan rahasia karena memberi perspektif berbeda," ujarnya.

Ia tidak pernah berpikir menjadi pionir. "Yang ada di pikiran saya hanyalah 'ayo buat film ini, ayo buat film ini,'" tambahnya.

Interaksi dengan Taiyo Matsumoto

Weintraub mengaku sangat menghormati Matsumoto. Ia melakukan dua wawancara ekstensif dengan sang kreator untuk memahami inspirasi di balik manga tersebut.

"Kami membahas hubungan antara dua karakter utama, latar belakang Matsumoto, dan hubungannya dengan kota yang digambarkan dalam cerita," kata Weintraub.

>>> Hunter x Hunter Volume 39 Rilis Juli 2026, Volume Baru Pertama dalam Hampir Dua Tahun

Pertemuan itu menjadi kehormatan besar baginya dan berujung pada persahabatan.

Teknik Animasi CG dan Tradisional

Arias menjelaskan bahwa ia ingin film terasa sedinamis mungkin.

Film Brasil City of God menjadi salah satu referensi utamanya karena menggambarkan anak jalanan di kumuh yang berkembang seiring waktu.

"Kamera bergerak, genggam, atau crane sangat sulit dilakukan dalam animasi tradisional. Tapi kami ingin penonton merasa seperti berdiri di sudut jalan menyaksikan anak-anak berlari," ujarnya.

Ia memanfaatkan teknologi CG yang dipelopori oleh mentornya, Koji Morimoto, untuk mengintegrasikan latar belakang, animasi karakter, dan penataan gambar.

Setiap adegan dibuat dengan teknik berbeda agar tidak monoton.

"Kami bereksperimen.

Ada adegan yang menggunakan kamera genggam di pasca-produksi, ada yang menggunakan CG, dan ada karakter gambar tangan di ruang 3D.

Semua itu untuk menjaga penonton tetap tegang," jelas Arias.

Ia juga memuji direktur seni Shinji Kimura dan tim CG yang luar biasa. "Tidak ada yang lebih memotivasi daripada seseorang yang bilang 'kamu tidak bisa melakukan itu,'" katanya.

Remaster 4K: Membersihkan Noda

Arias mengakui bahwa versi film asli tidak pernah terlihat sebaik yang diinginkan karena keterbatasan waktu, anggaran, dan teknologi transfer film.

"Kami terburu-buru menyelesaikannya," ujarnya.

Dengan remaster 4K, ia bisa kembali ke sumber asli dan menampilkan film seperti yang terlihat di studio. "Saya selalu berharap bisa melakukan remaster digital yang layak.

>>> Witch Hat Atelier Umumkan Dua Pengisi Suara Baru untuk Sasaran dan Euini

Sekarang, bahkan bioskop kecil pun memiliki proyektor laser. Ini seperti membersihkan semua kotoran dari film," pungkasnya.