Pantai Gading akhirnya kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen selama 12 tahun.

Tim berjuluk Les Éléphants ini memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah mendominasi kualifikasi zona Afrika.

>>> Harga BBM Pertamina Turun per 1 Juni 2026, Dexlite dan Dex Lebih Murah

Misi besar mereka adalah memutus tren negatif yang selalu menghantui sejak debut pada 2006.

Selama ini, Pantai Gading selalu terhenti di fase grup dan belum pernah merasakan babak gugur.

Generasi baru Pantai Gading kini menatap turnamen di Amerika Utara dengan kepercayaan diri tinggi. Keberhasilan meraih trofi Piala Afrika 2024 sebagai tuan rumah menjadi modal berharga.

Perjalanan Kualifikasi yang Sempurna

Berdasarkan data FIFA, perjalanan Pantai Gading menuju Piala Dunia 2026 sangat impresif. Mereka mendominasi grup kualifikasi dengan catatan sempurna.

Anak asuh Emerse Fae menuntaskan 10 pertandingan tanpa kekalahan. Yang lebih mencengangkan, gawang mereka tidak kebobolan satu gol pun selama periode kualifikasi.

Tiket ke Amerika Utara resmi digenggam setelah menumbangkan Kenya 3-0 pada laga pamungkas. Kemenangan telak ini membuktikan kesiapan Les Éléphants bersaing dengan tim terbaik dunia.

Transformasi Mental di Bawah Emerse Fae

Kebangkitan Pantai Gading tidak lepas dari peran pelatih Emerse Fae. Mantan gelandang timnas ini awalnya hanya menjadi pelatih sementara.

Penunjukan Fae terjadi saat Jean-Louis Gasset dipecat di tengah Piala Afrika 2024. Keputusan yang sempat dianggap berisiko itu justru menjadi titik balik.

Fae sukses mengubah mentalitas pemain hingga menjadi juara Piala Afrika setelah mengalahkan Nigeria 2-1 di final. Prestasi ini membuat federasi memberikan kontrak permanen sebagai pelatih kepala.

Di bawah komando Fae, gaya permainan Pantai Gading lebih disiplin dan terorganisir. Mereka tampil agresif namun tenang, menunjukkan kematangan dibanding generasi sebelumnya.