Watashi Kishino, seorang pembuat zine, percaya bahwa buku dan majalah fisik tidak akan punah.

Ia yakin ada kehangatan yang hanya bisa didapatkan dari kertas fisik di tengah dinginnya teknologi digital.

Pertumbuhan Pasar Penerbitan Independen

Meskipun industri media cetak konvensional menurun, pasar penerbitan independen di Jepang justru tumbuh signifikan.

Proyeksi nilai pasar pada 2026 mencapai 150 miliar yen, meningkat hampir dua kali lipat dalam empat tahun.

Data menunjukkan sirkulasi media cetak di Jepang mencapai puncak pada 1997 dengan 53,76 juta eksemplar, namun pada 2025 turun drastis.

Namun, minat terhadap karya independen justru meroket, didorong oleh Generasi Z dan kaum muda perkotaan.

Pameran zine kini menjadi agenda rutin di Tokyo, menarik antusiasme besar dari pengunjung muda. Karya yang dipamerkan bervariasi, mulai dari desain grafis abstrak hingga catatan harian personal.

Harumi Kikuchi, pengunjung berusia 22 tahun, menilai bahwa AI dan media sosial membatasi pandangan melalui algoritma. Sebaliknya, zine menawarkan sudut pandang dunia yang beragam dan tidak seragam.

>>> Lamine Yamal Akui Cemas Cedera Hamstring Jelang Piala Dunia 2026

Watashi Kishino menambahkan bahwa benda fisik memiliki pesona tak tergantikan. Ia menunjukkan karyanya berisi ilustrasi hitam-putih yang digambar tangan, yang dapat disimpan sebagai kenang-kenangan.