Telkom Catat Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I 2026, Disiplin Operasional Terjaga
Penggunaan data (payload) naik 2,3 persen YoY seiring penguatan kualitas jaringan. Telkomsel terus melakukan ekspansi infrastruktur melalui investasi yang disiplin dan terukur.
Strategi penetapan harga yang disiplin dan penyederhanaan produk membuahkan hasil positif. Rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) meningkat menjadi Rp45.100, tumbuh 6,4 persen secara tahunan.
Peningkatan ARPU menandakan pasar telekomunikasi mulai kembali sehat. Telkomsel akan tetap fokus menjaga produktivitas pelanggan melalui inovasi layanan gaya hidup digital.
Dian menambahkan bahwa industri telekomunikasi masih memiliki prospek menjanjikan. Konektivitas internet telah menjadi kebutuhan primer bagi hampir seluruh masyarakat Indonesia.
"Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan layanan internet terus meningkat. Kami optimistis dapat memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband dengan mengutamakan pengalaman pelanggan," jelasnya.
Pertumbuhan Infrastruktur B2B dan Menara
Segmen B2B Infrastructure mencatat pendapatan Rp2,4 triliun, tumbuh 6,8 persen YoY. Pertumbuhan didorong oleh bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT).
Mitratel, anak usaha pengelola menara telekomunikasi, menyumbang pendapatan Rp2,3 triliun atau naik 1,4 persen. Bisnis penyewaan menara dan layanan terkait masih menjadi kontributor utama.
Melalui pengelolaan biaya efektif, Mitratel mempertahankan margin EBITDA stabil di level 82,7 persen. Sebagai pemimpin pasar menara di Asia Tenggara, perusahaan terus memperkuat portofolio aset serat optik.
>>> Hari Kartini 2026, PB ESI Perkuat Ekosistem Esports Inklusif
Hingga kuartal pertama, Mitratel telah menambah jaringan fiber optic sepanjang 1.080 km. Total kepemilikan fiber optic kini mencapai 58.279 km.
Ekspansi Data Center dan Layanan Internasional
Bisnis data center Telkom mencatat pendapatan dari fasilitas NeutraDC Group dan NeuCentrIX. Permintaan terhadap platform digital seperti data center terus melonjak.
Telkom merespons potensi tersebut dengan konsolidasi aset data center di bawah pengelolaan NeutraDC. Pendekatan ini bertujuan agar pengelolaan aset lebih fokus dan membuka peluang monetisasi.
Update Terbaru
Mendes Yandri Bongkar Hambatan Utama Kopdes Merah Putih
Jumat / 17-07-2026, 13:14 WIB
Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina
Jumat / 17-07-2026, 13:14 WIB
Jadwal Pembelian Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Dua Tahap
Jumat / 17-07-2026, 13:13 WIB
Revitalisasi Pendidikan: Strategi Pemerintah Cetak Generasi Unggul
Jumat / 17-07-2026, 13:13 WIB
Viral WNI Diduga Kabur Saat Tur di Korsel, Kemlu RI Angkat Bicara
Jumat / 17-07-2026, 13:12 WIB
5 Toko Resmi Tempat Membeli Smartwatch Garmin Original di Indonesia
Jumat / 17-07-2026, 13:08 WIB
Kekasih Sarwendah Klaim Tak Mau Balas Rumor Negatif dengan Marah
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
Google Search AI Mode Kini Dukung Aplikasi Pihak Ketiga
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
Lava Virat V1 5G dan Virat V1 Resmi Meluncur 24 Juli, Ini Spesifikasinya
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
Peneliti Kembangkan Metode Ubah Sampah Plastik Jadi Hidrogen Tanpa Pemilahan
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
5 Varian Sheet Mask Becoming B5 dengan Panthenol, Bikin Wajah Glowing dan Kenyal
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
5 Rekomendasi Jam Tangan Seiko untuk Pegawai Bergaji UMK, Semua di Harga Rp2 Jutaan
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
Steve Lacy Buka Suara soal Trauma, Ketenaran, dan Album Baru 'Oh Yeah?'
Jumat / 17-07-2026, 13:00 WIB
Program Tari Salsa Kurangi Depresi dan Kecemasan pada Dewasa Muda
Jumat / 17-07-2026, 12:59 WIB







