Penggunaan data (payload) naik 2,3 persen YoY seiring penguatan kualitas jaringan. Telkomsel terus melakukan ekspansi infrastruktur melalui investasi yang disiplin dan terukur.

Strategi penetapan harga yang disiplin dan penyederhanaan produk membuahkan hasil positif. Rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) meningkat menjadi Rp45.100, tumbuh 6,4 persen secara tahunan.

Peningkatan ARPU menandakan pasar telekomunikasi mulai kembali sehat. Telkomsel akan tetap fokus menjaga produktivitas pelanggan melalui inovasi layanan gaya hidup digital.

Dian menambahkan bahwa industri telekomunikasi masih memiliki prospek menjanjikan. Konektivitas internet telah menjadi kebutuhan primer bagi hampir seluruh masyarakat Indonesia.

"Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan layanan internet terus meningkat. Kami optimistis dapat memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband dengan mengutamakan pengalaman pelanggan," jelasnya.

Pertumbuhan Infrastruktur B2B dan Menara

Segmen B2B Infrastructure mencatat pendapatan Rp2,4 triliun, tumbuh 6,8 persen YoY. Pertumbuhan didorong oleh bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT).

Mitratel, anak usaha pengelola menara telekomunikasi, menyumbang pendapatan Rp2,3 triliun atau naik 1,4 persen. Bisnis penyewaan menara dan layanan terkait masih menjadi kontributor utama.

Melalui pengelolaan biaya efektif, Mitratel mempertahankan margin EBITDA stabil di level 82,7 persen. Sebagai pemimpin pasar menara di Asia Tenggara, perusahaan terus memperkuat portofolio aset serat optik.

>>> Hari Kartini 2026, PB ESI Perkuat Ekosistem Esports Inklusif

Hingga kuartal pertama, Mitratel telah menambah jaringan fiber optic sepanjang 1.080 km. Total kepemilikan fiber optic kini mencapai 58.279 km.

Ekspansi Data Center dan Layanan Internasional

Bisnis data center Telkom mencatat pendapatan dari fasilitas NeutraDC Group dan NeuCentrIX. Permintaan terhadap platform digital seperti data center terus melonjak.

Telkom merespons potensi tersebut dengan konsolidasi aset data center di bawah pengelolaan NeutraDC. Pendekatan ini bertujuan agar pengelolaan aset lebih fokus dan membuka peluang monetisasi.