Telkom Catat Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I 2026, Disiplin Operasional Terjaga
Pada unit Wholesale & International Service, pendapatan mencapai Rp2,8 triliun. Layanan interkoneksi melonjak 18,9 persen (QoQ) karena meningkatnya aktivitas bisnis suara grosir internasional.
Segmen B2B ICT mencatat pendapatan Rp3,1 triliun di tengah restrukturisasi. Aktivitas segmen ini melandai karena perusahaan lebih selektif dalam memilih mitra kerja sama.
Prioritas Strategis Transformasi
Telkom menetapkan beberapa prioritas strategis dalam transformasi. Pertama, fokus pada margin dengan mengurangi tumpang tindih produk untuk keuntungan jangka panjang.
Kedua, alokasi belanja modal mencapai Rp4,9 triliun atau 13,2 persen dari total pendapatan. Sebanyak 99 persen anggaran dialokasikan untuk segmen inti B2C dan infrastruktur B2B.
Ketiga, sisa anggaran digunakan secara disiplin untuk pengembangan platform digital masa depan. Keempat, penataan portofolio melalui skema HoldCo-OpCo, termasuk divestasi entitas non-inti.
Langkah restrukturisasi memberikan dampak perlambatan jangka pendek pada kinerja keuangan. Namun, strategi ini penting untuk memperkuat posisi kompetitif Telkom dalam jangka panjang.
Divestasi dan Pemisahan Aset Strategis
Salah satu langkah nyata adalah rencana divestasi AdMedika Group kepada investor strategis. Proses pelepasan saham ditargetkan selesai pada akhir semester pertama 2026.
Divestasi ini diharapkan memberi ruang bagi AdMedika Group untuk tumbuh lebih inovatif. Langkah ini juga membantu Telkom fokus pada bisnis inti yang bernilai tambah tinggi.
Telkom juga menyiapkan tahap kedua pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke InfraNexia. Proses ini dijadwalkan rampung pada kuartal ketiga 2026.
Proses pemisahan tetap memperhatikan evaluasi mendalam agar implementasi berjalan optimal. Progres pemisahan berjalan sesuai jadwal sebagai bagian dari strategi monetisasi aset fiber.
Data menunjukkan ambisi Telkom menggeser ketergantungan pendapatan agar lebih merata antara B2C dan B2B. InfraNexia diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi pendapatan eksternal grup.
Selain infrastruktur, Telkom memperkuat layanan internasional untuk menangkap peluang adopsi AI. Langkah ini diharapkan menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
>>> Link DANA Kaget Hari Ini Selasa: Klaim Saldo Rp50.000 Cepat Cair
Dian menutup bahwa tahun 2026 penuh tantangan sekaligus peluang besar. TelkomGroup berkomitmen menghadirkan dampak positif melalui transformasi digital yang masif.
Update Terbaru
Mendes Yandri Bongkar Hambatan Utama Kopdes Merah Putih
Jumat / 17-07-2026, 13:14 WIB
Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina
Jumat / 17-07-2026, 13:14 WIB
Jadwal Pembelian Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Dua Tahap
Jumat / 17-07-2026, 13:13 WIB
Revitalisasi Pendidikan: Strategi Pemerintah Cetak Generasi Unggul
Jumat / 17-07-2026, 13:13 WIB
Viral WNI Diduga Kabur Saat Tur di Korsel, Kemlu RI Angkat Bicara
Jumat / 17-07-2026, 13:12 WIB
5 Toko Resmi Tempat Membeli Smartwatch Garmin Original di Indonesia
Jumat / 17-07-2026, 13:08 WIB
Kekasih Sarwendah Klaim Tak Mau Balas Rumor Negatif dengan Marah
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
Google Search AI Mode Kini Dukung Aplikasi Pihak Ketiga
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
Lava Virat V1 5G dan Virat V1 Resmi Meluncur 24 Juli, Ini Spesifikasinya
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
Peneliti Kembangkan Metode Ubah Sampah Plastik Jadi Hidrogen Tanpa Pemilahan
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
5 Varian Sheet Mask Becoming B5 dengan Panthenol, Bikin Wajah Glowing dan Kenyal
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
5 Rekomendasi Jam Tangan Seiko untuk Pegawai Bergaji UMK, Semua di Harga Rp2 Jutaan
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
Steve Lacy Buka Suara soal Trauma, Ketenaran, dan Album Baru 'Oh Yeah?'
Jumat / 17-07-2026, 13:00 WIB
Program Tari Salsa Kurangi Depresi dan Kecemasan pada Dewasa Muda
Jumat / 17-07-2026, 12:59 WIB







