Hal ini memberikan kesan mistis sekaligus akrab bagi penonton asal tanah air yang menyaksikannya.

>>> Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura Capai 12.700, Menkes Ungkap Fakta

Ringkasan cerita film Backrooms yang menegangkan: Tokoh utama adalah seorang pemilik toko furnitur bernama Clark (Chiwetel Ejiofor).

Konflik dimulai saat penemuan pintu rahasia di bawah toko yang menuju labirin ruangan tanpa ujung. Misteri utama adalah hilangnya Clark secara misterius di dalam dimensi ruangan tersebut.

Misi penyelamatan dilakukan oleh Mary (Renate Reinsve) yang nekat menjelajahi dunia asing demi mencari Clark.

Cerita ini diadaptasi dari serial web karya Parsons yang terinspirasi oleh fenomena creepypasta dengan judul yang sama.

Visualisasi ruangan-ruangan biasa yang terasa asing dan menakutkan menjadi daya tarik utama bagi para penonton.

Fenomena Horor Generasi Z

Selain Backrooms, film horor lain berjudul Obsession juga menunjukkan performa gemilang pada pekan ketiganya.

Film karya YouTuber Curry Barker ini mengumpulkan total pendapatan global sebesar US$148 juta dengan modal hanya US$1 juta.

Analis industri Jeff Bock dari Exhibitor Relations menilai kesuksesan kedua film ini dipicu oleh antusiasme penonton dari kalangan Generasi Z.

Menurutnya, ada segmen pasar baru yang sangat menantikan konten horor indie dengan pendekatan yang segar.

Fenomena ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi industri perfilman untuk terus berinovasi.

>>> Review Film Normal: Aksi Bob Odenkirk Bongkar Intrik Pejabat yang Mengejutkan

Munculnya kreator muda dari platform digital terbukti mampu memberikan persaingan ketat bagi film-film besar musim panas.