PT Gendhis Multi Manis (GMM), anak usaha Perum Bulog, memberikan kepastian kepada petani tebu lokal. Perusahaan berkomitmen menyerap seluruh hasil panen pada 2026.

Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi petani. Pasokan tebu akan didistribusikan ke Kabupaten Blora dan wilayah sekitarnya.

>>> Pegadaian dan ANTAM Resmi Bersinergi, Investasi Emas 2026 Jadi Lebih Aman

Tim Khusus Dibentuk

Plt Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Mudiyanti, menyatakan pihaknya telah membentuk tim khusus. Tim ini bertugas menyerap aspirasi dan mencari solusi bagi petani tebu.

Fokus utama tim adalah menyusun skema distribusi. Hasil panen tebu dari Blora diharapkan tetap terserap maksimal.

Beberapa langkah strategis dilakukan. Pertama, pembentukan tim khusus untuk memfasilitasi penyerapan di tingkat petani.

Kedua, koordinasi pengalihan pasokan tebu ke pabrik gula lain. Ketiga, pendataan mendalam terkait wilayah yang mampu menampung hasil panen.

Keempat, evaluasi kendala teknis operasional untuk mempercepat normalisasi produksi. Langkah ini diharapkan meredam kekhawatiran petani.

Respons Terhadap Protes Petani

Kepastian ini muncul setelah aksi protes petani di depan pabrik GMM. Mereka membuang hasil panen karena merasa tidak mendapat kepastian.

Sri Emilia menjelaskan operasional pabrik GMM saat ini terhenti. Hal ini akibat kendala teknis pada mesin produksi yang sedang diperbaiki.

Sebagai BUMN di bawah Perum Bulog, GMM harus mengikuti aturan yang berlaku. Setiap kebijakan wajib melalui proses evaluasi dan tata kelola ketat.

Koordinasi dengan berbagai pihak terus diupayakan. Penanganan intensif masih berproses demi kepentingan petani dan perusahaan.

>>> 5 Cara Menilai Kelayakan Ide Bisnis Terbaru 2026, Aman dan Minim Risiko

Sorotan Menteri Pertanian

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menyoroti persoalan gula impor. Ia mengungkapkan keresahan terkait pasar yang dibanjiri gula rafinasi impor.