Legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson, kembali menjadi sorotan setelah sindirannya terhadap Arsenal viral di media sosial.

Komentar itu muncul menyusul kegagalan Arsenal meraih gelar Liga Champions musim ini.

>>> Ibrahima Konate Resmi Tinggalkan Liverpool, Sedih Tak Sempat Pamit

Arsenal harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) melalui adu penalti di final yang digelar di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5).

Kekalahan ini memicu kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk Ferguson.

Isi Sindiran Ferguson

Menurut laporan media Prancis L'Equipe, Ferguson melontarkan sindiran saat memberi selamat kepada Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi. Ia menilai PSG menghadapi tim yang pasif dan membosankan.

Dalam pesan singkatnya, Ferguson berkata, “Nasser, ini Alex Ferguson. Kerja bagus, ini malam yang berat bagimu.

Tetapi kamu bermain melawan tim yang membosankan, yang hanya bertahan saja.”

Pernyataan itu langsung menyebar luas dan kembali memicu perdebatan tentang gaya bermain Arsenal di bawah asuhan Mikel Arteta.

Statistik Penguasaan Bola Terendah

Kritik Ferguson didukung oleh data pertandingan. Arsenal tercatat hanya menguasai bola sebesar 24,7 persen sepanjang laga.

>>> Profil Timnas Oman: Calon Lawan Tangguh Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Angka ini menjadi rekor terendah dalam sejarah final Liga Champions.

Selain itu, Arsenal hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran, yaitu gol Kai Havertz pada menit kelima. Tim asuhan Arteta lebih memilih bertahan ketimbang menekan lawan.

Berikut ringkasan performa Arsenal di final:

  • Penguasaan bola: 24,7%
  • Tembakan tepat sasaran: 1 (gol Havertz)
  • Skor akhir waktu normal: 1-1
  • Hasil adu penalti: 3-4 (kalah)

Jalannya Pertandingan

Arsenal sempat unggul cepat melalui gol Kai Havertz di menit kelima. Namun, setelah itu mereka cenderung bertahan dan menumpuk pemain di area sendiri.

Strategi parkir bus itu awalnya efektif meredam serangan PSG. Namun, pada menit ke-64, Ousmane Dembele menyamakan kedudukan lewat penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang.

Skor imbang bertahan hingga perpanjangan waktu. Babak adu penalti pun menjadi penentu.

Bek Gabriel Magalhaes gagal mengeksekusi penalti, memastikan kemenangan PSG 4-3.

>>> Link Live Streaming F1 GP Amerika Serikat 2026: Nonton Resmi di Vision+

Kegagalan ini membuat Arsenal masih belum pernah meraih trofi Liga Champions sepanjang sejarah klub.