Perusahaan robotika asal China, Joyful Embodied, membangun fasilitas pelatihan robot seluas lebih dari 3.000 meter persegi di Provinsi Fujian.

Fasilitas ini digunakan untuk melatih kecerdasan buatan berwujud fisik atau embodied AI.

>>> Zine Kembali Populer di Jepang, AI Tak Bisa Tiru Sentuhan Manusia

Fasilitas yang beroperasi sepanjang waktu ini melatih robot humanoid, robot berkaki empat, dan robot beroda.

Robot-robot tersebut melakukan pekerjaan nyata seperti memilah benda dan mengelap meja melalui perangkat VR serta kendali gerak oleh operator manusia.

Fokus pada Data Dunia Nyata

Pengumpulan data melalui pergerakan robot menjadi fokus utama. Industri mulai menghadapi tantangan besar terkait ketersediaan data pelatihan dari mesin yang sesungguhnya.

CEO Joyful Embodied, Chen Yishi, mengatakan bahwa perusahaan sedang membangun sekolah untuk robot.

Fasilitas di Fujian mengandalkan kamera dan sensor guna merekam respons serta tekanan robot untuk menghasilkan data berkualitas tinggi.

"Tanpa data dunia nyata, model besar paling canggih sekalipun hanyalah otak kosong," kata Chen.

Ia menambahkan bahwa setiap pergerakan kecil dari teknologi ini harus didasarkan pada data konkret, bukan asumsi semata.

"Robot tidak belajar lewat asumsi. Setiap gerakan kecil harus diajarkan melalui data," sambung Chen.

>>> Peretas Incar Komputer Spesifikasi Tinggi untuk Tambang Kripto Siluman

Nilai Ekonomi Data Pelatihan

Nilai ekonomi industri ini ke depan tidak lagi hanya bertumpu pada perangkat keras. Kepemilikan data pelatihan kini sudah dihargai per jam.

"Data pelatihan embodied AI berkualitas tinggi sudah dihargai per jam," kata Chen.

Joyful Embodied yang berdiri sejak September 2025 juga mengembangkan platform Joyful Studio. Platform ini digunakan untuk pembuatan aplikasi robot di bidang logistik, manufaktur, hingga inspeksi keamanan.

Setiap robot yang beroperasi secara terus-menerus dalam sistem ini membutuhkan tiga posisi teknis. Posisi tersebut meliputi anotasi data, optimasi algoritma, dan pemeliharaan perangkat.

Dukungan Pemerintah dan Standar Baru

Langkah penataan industri ini didukung oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China.

Kementerian baru saja menyetujui standar industri pertama untuk tolok ukur embodied AI yang mulai berlaku pada Senin.

"Persaingan tidak lagi hanya soal robot siapa yang bisa berjalan atau menari," kata Chen.

Melalui standar baru dan pengumpulan data ini, fokus industri kini bergeser pada fungsionalitas nyata dari teknologi tersebut saat dibutuhkan.

>>> Ilmuwan Temukan Gurita Purba Raksasa Nanaimoteuthis haggarti

"Pertanyaan sebenarnya adalah: robot siapa yang benar-benar bisa bekerja," lanjut Chen.