Universal Music Group (UMG) secara resmi menolak tawaran akuisisi dari Pershing Square, perusahaan investasi milik miliarder Bill Ackman.

Tawaran tersebut bernilai US$ 64,3 miliar atau setara Rp 1.146 triliun (kurs Rp 17.820 per dolar AS).

>>> 6 Rahasia Menabung Orang Jepang yang Terbukti Efektif di 2026

Penolakan ini diumumkan pada akhir Mei 2026. UMG menilai tawaran itu tidak sejalan dengan kepentingan jangka panjang perusahaan.

Alasan Penolakan

Manajemen Universal menilai angka yang ditawarkan secara fundamental meremehkan nilai aset bisnis mereka. UMG menaungi artis papan atas seperti Taylor Swift, Sabrina Carpenter, dan Kendrick Lamar.

Perusahaan juga memiliki aset ikonik seperti Abbey Road Studios serta label EMI dan Island Records. Keputusan ini diambil demi menjaga stabilitas bagi pemegang saham, artis, dan penggemar.

Strategi Bill Ackman

Pershing Square sebelumnya sudah memiliki porsi saham di UMG. Ackman berencana mendaftarkan Universal sebagai entitas baru di bursa saham Amerika Serikat.

Saat ini UMG tercatat di Euronext Amsterdam. Ackman meyakini migrasi ke bursa AS dapat memperbaiki harga saham yang tertekan karena faktor non-teknis.

>>> Petinggi DSI Resmi Ditambah, Pengumuman Pekan Depan

Ia menyoroti kepemilikan saham 18 persen oleh Bollore Group sebagai salah satu ganjalan. Ackman juga mengkritik penundaan pencatatan saham di Bursa Efek New York.

Tanggapan Internal

Cyrille Bollore, CEO Bollore Group, menyatakan keberatan atas tawaran tersebut. Ia menegaskan nilai yang ditawarkan jauh di bawah potensi nyata UMG.

Dewan Direksi Universal mendukung penuh strategi manajemen di bawah pimpinan Lucian Grainge. Perusahaan berjanji menyajikan laporan keuangan yang lebih transparan ke depan.

Grainge menegaskan komitmen untuk terus menjadi pemimpin industri musik global melalui inovasi. Fokus perusahaan adalah mengontrak talenta terbaik dan mempererat hubungan dengan penggemar.

Tantangan Industri Musik

Pendapatan industri musik global menunjukkan tren pertumbuhan positif berkat layanan streaming. Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan royalti dan ancaman kecerdasan buatan (AI).

>>> Blackout Sumatra: 8.736 BTS Lumpuh Total, Sinyal dan Internet Down

Munculnya video deepfake dan lagu tiruan yang meniru suara artis asli mulai membanjiri platform digital. Perdebatan mengenai transparansi pembagian hasil masih menjadi isu hangat.