Teknologi ini terus berevolusi mulai dari generative AI, agentic AI, hingga physical AI yang mengarah pada robotika.

>>> Menko PMK Pratikno Beri Motivasi Pelajar di GDA 2026: Asal Usul Bukan Penghalang

Dunia saat ini sedang memasuki babak baru persaingan global yang tidak lagi hanya memperebutkan sumber daya alam.

Fokus utama kekuatan global kini beralih pada penguasaan data, infrastruktur komputasi, semikonduktor, dan talenta digital berkualitas.

Persaingan global kini berfokus pada teknologi canggih seperti chip AI dan perangkat semikonduktor, sumber daya digital berupa big data dan pusat komputasi, serta sumber daya manusia yang ahli di bidang teknologi.

Nezar memperingatkan bahwa Indonesia tidak boleh hanya berhenti menjadi penonton atau konsumen semata.

Mendorong Kemandirian Digital Indonesia

Indonesia sebenarnya memiliki modal kuat berupa bonus demografi serta kekayaan mineral strategis untuk industri teknologi.

Namun, potensi besar ini tidak akan memberikan dampak nyata jika kualitas sumber daya manusianya tidak ditingkatkan.

Nezar mendorong generasi muda untuk memperkuat keahlian di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

Literasi digital yang kuat juga sangat diperlukan agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam manipulasi algoritma yang menyesatkan.

Ia mengajak seluruh organisasi kepemudaan untuk ikut berkontribusi dalam membangun kemandirian teknologi nasional.

Tujuannya adalah menciptakan ruang digital Indonesia yang tetap sehat, produktif, dan tetap memiliki daya kritis tinggi.

Sebagai penutup, Nezar menekankan pentingnya Indonesia untuk menjadi pemain aktif dalam industri digital global.

>>> Jadwal TV dan Film 29 Mei 2026: Emily Blunt, Donnie Yen, hingga Horor Klasik

Hal ini krusial agar bangsa ini tidak hanya dijadikan target pasar oleh pengembang teknologi dari luar negeri.