Distribusi hewan kurban di Desa Wabloi menunjukkan peningkatan kepedulian dari luar. Pada 2022, satu ekor sapi dari rekan Ustaz Fauzan di Jakarta dibagikan ke 40 kepala keluarga.

Momen itu menjadi kali pertama warga melaksanakan kurban di tanah sendiri.

"Tahun berikutnya di 2023, jumlahnya naik menjadi tiga ekor. Dagingnya kami bagikan ke seluruh warga, termasuk non-Muslim," kata Fauzan.

>>> Klasemen Moto3 2026 Terbaru: Update Poin dan Posisi Pembalap

Pada 2024, empat ekor sapi datang dari berbagai donatur luar daerah. Tahun 2025, lembaga Dompet Dhuafa menyalurkan tiga ekor, dan tahun ini dua ekor sapi.

Kabar perkembangan komunitas mualaf di Wabloi terdengar oleh Dompet Dhuafa. Lembaga itu terkesan dengan kegigihan Ustaz Fauzan berdakwah di medan sulit.

Sejak 2025, mereka rutin menyalurkan bantuan kurban.

"Kebahagiaan mereka sangat besar karena sepanjang hidup baru bisa merasakan daging kurban mulai tahun 2022," tutur Fauzan.

Status desa sebagai kampung adat sering membuatnya terlewat dari jangkauan bantuan resmi.

Pembangunan Rumah Ibadah Pertama dan Toleransi

Meski jumlah penduduk Muslim terus meningkat, Desa Wabloi awalnya tidak memiliki fasilitas ibadah. Warga harus mendaki bukit ke kampung tetangga untuk salat berjemaah.

Kampung seberang dihuni transmigran yang mayoritas Muslim, namun jarak dan medan sulit menjadi tantangan.

Suatu ketika, Ustaz Fauzan diundang ke Namlea untuk presentasi tentang perkembangan dakwah. Pemerintah daerah heran dengan peningkatan pemeluk Islam yang signifikan.

Ternyata, peran Ustaz Fauzan besar di balik fenomena itu. Ia bertemu dengan pimpinan lembaga zakat nasional yang ingin berkontribusi.

Pertemuan itu membawa kabar gembira: Dompet Dhuafa siap mendirikan masjid pertama di kampung pedalaman. Ustaz Fauzan dan warga sangat terharu.

Tanpa ragu, ia mewakafkan sebidang tanah miliknya di samping rumah untuk lokasi masjid. Tokoh adat setempat juga ikut mewakafkan tanahnya untuk memperluas area masjid.

Kini masjid berdiri kokoh sebagai pusat kegiatan spiritual dan simbol persatuan. "Alhamdulillah, sekarang kami semua tidak perlu menempuh perjalanan jauh lagi untuk beribadah," ujar Fauzan.

Wabloi menyandang predikat kampung mualaf yang berkembang pesat di Maluku. Namun yang paling menonjol adalah toleransi antarumat beragama yang tumbuh subur.

>>> Satgas PRR Resmikan Layanan Air Bersih Modern untuk Penyintas Bencana 2026

Perayaan Iduladha dan momen kurban menjadi acara milik seluruh warga tanpa memandang latar belakang agama. Masjid yang baru dibangun justru menjadi sarana mempererat silaturahmi dan saling menghargai.