Hamilton menekankan bahwa keterlibatannya sejak awal dalam pengembangan mobil generasi baru ini memberikan dampak emosional yang kuat.

Ia merasa mobil SF-26 bukan sekadar mesin, melainkan bagian dari dirinya yang ia kawal pertumbuhannya dari tahap simulasi hingga ke aspal sirkuit.

"Saya merasa jauh lebih terhubung dengan mobil yang satu ini karena ada sedikit DNA saya di dalamnya," ujar Hamilton dikutip dari laporan Crash pada Jumat (19/2/2026).

Bagi Hamilton, transisi menuju regulasi teknis baru di tahun 2026 merupakan perjalanan yang menyenangkan dan menyegarkan.

Semangat ini diharapkan dapat memutus paceklik gelar bagi dirinya dan juga bagi tim berlogo kuda jingkrak tersebut.

Para rival di paddock mulai menaruh perhatian lebih terhadap kecepatan yang ditunjukkan Ferrari selama masa pengujian.

>>> Ironi Negeri Kakao: Terungkap Alasan RI Masih Impor Biji Kakao di 2026

Jika tren positif ini berlanjut hingga seri pembuka, mimpi Hamilton meraih gelar kedelapan bersama tim legendaris Italia ini bisa menjadi kenyataan.