Ferrari berhasil membalikkan performa buruknya saat Lewis Hamilton merebut posisi terdepan sprint yang mengejutkan di Grand Prix Inggris, Jumat (3/7/2026).

Keberhasilan ini mengatasi defisit besar pada sistem manajemen energi yang dialami tim pada balapan sebelumnya di Austria.

>>> Perayaan Bicentennial AS 1976 Bangkitkan Patriotisme dan Tradisi Lokal

Ferrari sebelumnya memperkirakan akan kehilangan hingga enam persepuluh detik di lintasan lurus Silverstone akibat kesulitan manajemen energi.

Namun, suhu yang lebih dingin dan ketinggian yang lebih rendah memungkinkan upgrade terbaru Ferrari bekerja efektif tanpa mengorbankan aerodinamika.

Kejutan di Silverstone

Pembalap Mercedes, George Russell, mengaku bingung dengan perubahan performa mendadak antara kedua tim.

"Mereka kesulitan dengan power unit dan manajemen energi, tapi di sini mereka terlihat paling baik saat ini. Itu benar-benar mengejutkan," ujar Russell.

Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, mengakui bahwa simulasi awal tim memberikan gambaran yang jauh lebih suram.

>>> Inggris Hadapi India di T20I Kedua yang Krusial di Old Trafford

"Kemarin mereka menakut-nakuti saya, bilang saya akan tertinggal enam persepuluh di lintasan lurus. Tapi hari ini kami tiba-tiba bisa bersaing," kata Hamilton.

Kebangkitan Ferrari juga didukung oleh kekuatan historis tim dalam menyiapkan setelan dasar mobil yang optimal di akhir pekan sprint.

Sementara itu, Mercedes kesulitan menyeimbangkan stabilitas depan mobil dalam kondisi berangin.

Direktur teknik lintasan Mercedes, Andrew Shovlin, mengatakan timnya menghabiskan waktu bereaksi terhadap masalah keseimbangan.

"Kami terus melakukan perubahan untuk menambah stabilitas, tetapi bagian depan masih terlalu kuat, tidak ideal saat angin kencang," jelas Shovlin.

>>> Puluhan Ribu Pelari Selesaikan Peachtree Road Race di Tengah Peringatan Panas Ekstrem

Sesi kualifikasi resmi untuk menentukan grid awal balapan utama Grand Prix akan digelar pada Sabtu.