Epic Games telah mencapai kesepakatan damai dalam gugatan terhadap mantan kontraktor yang dituduh membocorkan detail kolaborasi Fortnite sebelum pengumuman resmi.

Kasus ini berpusat pada dugaan bahwa kontraktor bernama Hayden Cohen bertanggung jawab membagikan konten game yang belum dirilis secara daring dengan nama samaran "AdiraFN."

>>> Fosil Texas Ungkap Predator Laut Purba Baru, Tylosaurus rex

Berdasarkan dokumen pengadilan yang ditinjau oleh Game File dan dilaporkan pada 4 Juli 2026, kedua belah pihak telah menyetujui putusan yang mencakup larangan permanen bagi Cohen untuk mengakses atau mendistribusikan informasi rahasia Epic.

Kebocoran Terkait Kolaborasi Besar Fortnite

Epic awalnya mengajukan gugatan pada Maret, mengklaim bahwa Cohen melanggar perjanjian kerahasiaan saat bekerja sebagai kontraktor.

Kebocoran tersebut diduga mencakup pengungkapan awal beberapa kolaborasi Fortnite, termasuk konten crossover yang melibatkan waralaba besar seperti Minecraft, South Park, dan lainnya.

Dalam pengaduan awal, Epic menyatakan bahwa Cohen "berulang kali menyalahgunakan informasi rahasia Epic dan menyiarkannya secara publik melalui akun media sosial anonimnya di X (sebelumnya Twitter) dan Discord."

Materi yang bocor dilaporkan muncul berbulan-bulan sebelum pengumuman resmi, memicu penyelidikan internal dan tindakan hukum dari perusahaan.

Berdasarkan kesepakatan yang diusulkan, Cohen dilarang secara permanen untuk memiliki atau mengakses informasi rahasia Epic, mengungkapkan rahasia dagang atau konten terkait mitra, serta membantu pihak lain memperoleh atau membagikan data terbatas.

>>> Alexandra Eala Kalahkan Iga Swiatek di Wimbledon, Swiatek Jatuh ke Peringkat 6

Juru bicara Epic mengonfirmasi hasil tersebut kepada Game File, menyatakan: "Kami mengambil tindakan hukum terhadap mantan kontraktor yang berulang kali membocorkan kekayaan intelektual mitra rahasia dan rahasia dagang yang mereka terima saat bekerja dengan Epic.