Demensia sering dikaitkan dengan usia lanjut, tetapi risikonya bisa mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak.

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa kemampuan kognitif di usia 11 tahun menjadi salah satu prediktor terkuat kondisi otak di usia 70 tahun.

>>> Houston Hadapi Peringatan Panas Ekstrem saat Akhir Pekan Empat Juli

Penelitian yang dilakukan oleh tim Global Brain Health Institute (GBHI) di Irlandia bersama para ahli dari 15 negara menekankan pentingnya intervensi sejak usia muda.

"Masa dewasa muda merupakan jendela penting untuk intervensi yang dapat mengurangi risiko demensia secara signifikan," ujar Francesca Farina, neurosaintis GBHI.

Faktor Risiko Sepanjang Hidup

Studi sebelumnya telah mengidentifikasi berbagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Namun, mengubahnya setelah neurodegenerasi terjadi mungkin tidak banyak membantu.

Oleh karena itu, peneliti mulai melihat tahap awal kehidupan sebagai titik intervensi.

Sebuah studi tahun 2023 oleh peneliti Swedia dan Republik Ceko menemukan beberapa faktor sejak lahir yang terkait dengan peningkatan risiko demensia.

Faktor seperti berbagi rahim dengan kembar tidak dapat dikendalikan, sementara jarak kelahiran pendek atau hamil di atas usia 35 tahun dapat dipertimbangkan orang tua.

Studi lain yang diterbitkan akhir 2024 meneliti faktor risiko pada dewasa muda usia 18-39 tahun.

Faktor gaya hidup seperti minum alkohol berlebihan, merokok, kurang aktivitas fisik, dan isolasi sosial menjadi perhatian.

Faktor lingkungan seperti polusi, cedera otak traumatis, gangguan pendengaran atau penglihatan, serta tingkat pendidikan rendah juga disebut.

Masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, hipertensi, kolesterol LDL, dan depresi juga dapat muncul dari pilihan gaya hidup.

Para peneliti menyarankan bahwa banyak faktor risiko ini dapat dikurangi melalui langkah-langkah sederhana.