Akar Demensia Sejak Kecil

Tim peneliti menjelaskan dalam artikel di The Conversation bahwa bukti semakin menunjukkan akar demensia bisa sampai masa kanak-kanak atau bahkan dalam kandungan.

"Paparan faktor risiko pada dekade pertama kehidupan mungkin memiliki implikasi seumur hidup untuk risiko demensia," tulis mereka.

>>> Pittsburgh Perketat Keamanan Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS

Dalam studi jangka panjang yang melacak kemampuan kognitif sepanjang hidup, ditemukan bahwa salah satu faktor terpenting yang menjelaskan kemampuan kognitif di usia 70 adalah kemampuan saat berusia 11 tahun.

"Orang dewasa yang lebih tua dengan keterampilan kognitif lebih rendah seringkali telah memiliki keterampilan rendah sejak kecil," jelas penulis.

Pola serupa juga terlihat pada pemindaian otak, di mana beberapa perubahan terkait demensia lebih erat kaitannya dengan paparan faktor risiko di awal kehidupan daripada gaya hidup tidak sehat saat ini.

"Mungkin sudah waktunya pencegahan demensia dianggap sebagai tujuan seumur hidup, bukan hanya fokus di usia tua," tambah mereka.

Mengetahui risiko saja tidak cukup; mengurangi risiko lebih rumit. Peneliti menyarankan pendekatan di tingkat individu, komunitas, dan nasional.

Di tingkat individu, kesadaran akan pentingnya kesehatan otak perlu ditingkatkan melalui kampanye kesehatan masyarakat dan pendidikan berbasis sekolah, yang didanai pajak pada zat seperti alkohol atau rokok.

Di tingkat komunitas, tim merekomendasikan pembentukan dewan penasihat yang terdiri dari beragam dewasa muda untuk menjadi penghubung dengan pemerintah daerah.

Di tingkat nasional, pembuatan piagam kesehatan otak dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan otak sepanjang hidup.

Laura Booi, ahli gerontologi sosial GBHI, mengatakan bahwa ada minat besar dari dewasa muda untuk belajar lebih banyak tentang kesehatan otak mereka.

"Kesadaran ini mendorong minat kuat mereka untuk memahami dan meningkatkan kesehatan otak," ujarnya.

Faktor risiko yang teridentifikasi tidak bersifat statis.

Tim mengatakan faktor-faktor baru seperti makanan ultra-olahan, penggunaan narkoba, waktu layar, stres, dan paparan mikroplastik perlu diteliti lebih lanjut.

>>> Linda Noskova Kalahkan Sorana Cirstea di Babak Ketiga Wimbledon

Penelitian ini telah dipublikasikan di The Lancet: Healthy Longevity.