Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepakat untuk bertemu di Amerika Serikat. Pertemuan itu bisa berlangsung pekan depan di Gedung Putih.

Kesepakatan tersebut tercapai setelah keduanya melakukan panggilan telepon pada Jumat lalu. Netanyahu disebut yang meminta pertemuan tersebut.

>>> Frances Tiafoe Hadapi Alexander Bublik di Babak Ketiga Wimbledon

Menurut laporan Axios dan Bloomberg, pertemuan mungkin digelar setelah Trump kembali dari KTT NATO di Ankara, Turki, yang dijadwalkan pada 7-8 Juli 2026.

Trump menepis rumor ketegangan hubungan meskipun ia sempat mengkritik aksi militer Israel di Lebanon selatan. "Saya sedikit terganggu dengan terus-menerusnya dia bertempur dengan Lebanon," ujar Trump.

Dalam wawancara dengan New York Post, Trump mengaku hubungannya dengan Netanyahu baik. "Kami bekerja sama dengan sangat baik.

Saya sangat suka Bibi. Dan saya bekerja sangat baik dengannya," kata Trump.

Dalam panggilan telepon terbaru, Netanyahu memberi selamat kepada Trump atas peringatan 250 tahun kemerdekaan AS. Netanyahu menyebut AS sebagai "penjamin kebebasan global".

Pertemuan ini akan menjadi pertemuan tatap muka pertama sejak operasi militer bersama melawan Iran dimulai pada 28 Februari.

Sebelumnya, kedua pemimpin telah mengadakan pertemuan perencanaan awal pada awal bulan yang sama.

Trump menegaskan bahwa jalur diplomatik dengan Teheran tetap menjadi prioritas utama, meskipun opsi militer tidak dikesampingkan.

"Tidak ada keputusan final yang diambil, selain fakta bahwa saya bersikeras negosiasi dengan Iran terus berlanjut untuk menentukan apakah kesepakatan dapat dicapai.

Jika bisa, saya tegaskan kepada perdana menteri bahwa ini akan menjadi prioritas," kata Trump.

Ia mencatat bahwa penolakan Iran sebelumnya untuk menandatangani kesepakatan diplomatik pada siklus negosiasi awal membawa konsekuensi. "Tidak berakhir baik bagi mereka," ujar Trump.