Seiring bertambahnya usia, otak mengalami berbagai perubahan struktural, termasuk munculnya lesi materi putih. Kondisi ini sering dikaitkan dengan penurunan kognitif dan demensia.

Sebuah studi terbaru dari Jepang yang diterbitkan di jurnal Nature menemukan kaitan positif antara konsumsi teh hijau secara rutin dan pengurangan lesi otak tersebut.

>>> Nothing Phone (4b) RCB Edition Dikonfirmasi, Hadir dengan Warna Matte Red

Kandungan Antioksidan Jadi Kunci

Teh hijau kaya akan katekin, senyawa antioksidan yang memiliki sifat anti-inflamasi.

Menurut studi tersebut, katekin bekerja langsung pada pembuluh darah dan sel saraf, melindunginya dari kerusakan akibat stres oksidatif.

Partisipan yang minum setidaknya tiga cangkir teh hijau per hari menunjukkan penurunan signifikan lesi materi putih dibandingkan mereka yang minum lebih sedikit.

Manfaat ini mungkin juga terkait dengan efek teh hijau terhadap tekanan darah dan sirkulasi.

Dengan membantu menurunkan tekanan darah tinggi, teh hijau dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan mengurangi risiko lesi.

>>> 4 Rekomendasi Sampo untuk Menyuburkan Rambut, Lengkap dengan Kandungan dan Manfaatnya

Lesi materi putih sering dianggap sebagai tanda awal demensia. Menguranginya dapat membantu menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Meski hasilnya masih awal, temuan ini membuka peluang untuk strategi pencegahan sederhana, seperti menjadikan teh hijau sebagai bagian dari rutinitas harian.

Namun, manfaat ini tampak lebih signifikan pada orang tanpa faktor risiko utama seperti depresi atau predisposisi genetik tertentu.

Para ahli menekankan pentingnya pendekatan holistik terhadap kesehatan otak, termasuk pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan pemeriksaan medis rutin.

>>> 4 Rekomendasi Air Cooler Murah dan Hemat Listrik untuk Alternatif AC

Kesimpulannya, teh hijau bisa menjadi sekutu berharga untuk menjaga kesehatan otak. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan temuan ini dan menyusun rekomendasi yang tepat.