Jakarta – Kabar penutupan sementara gerai Indomaret pada 31 Mei 2026 dan 1 Juni 2026 menjadi perbincangan hangat di media sosial X (Twitter). Banyak warga bertanya-tanya mengenai alasan di balik keputusan tersebut, terutama karena penutupan berlangsung di sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta hingga Kediri.

Melalui pengumuman resmi yang beredar luas di kalangan konsumen, Indomaret menyampaikan:

"Pemberitahuan kami sampaikan kepada seluruh konsumen setia, Indomaret tutup operasional 31 Mei & 1 Juni 2026."

Pengumuman tersebut menyatakan bahwa gerai Indomaret baru akan kembali beroperasi normal pada Selasa, 2 Juni 2026. Penutupan ini langsung memicu spekulasi dan pertanyaan di kalangan netizen, terutama karena bertepatan dengan akhir pekan panjang.

Diduga Terkait Protes Karyawan Indomaret

Banyak pihak menduga penutupan operasional Indomaret ini memiliki kaitan erat dengan aksi protes yang dilakukan karyawan beberapa hari sebelumnya. Pada Selasa, 26 Mei 2026, ratusan pegawai Indomaret menggeruduk kantor pusat di Menara Indomaret, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Aksi protes tersebut dipicu oleh ketidakpuasan karyawan terhadap kebijakan penggantian upah lembur hari libur nasional dengan hari libur tambahan (off tambahan). Para karyawan menilai kebijakan ini melanggar hak pekerja sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Enam Tuntutan Utama Karyawan Indomaret

Massa yang tergabung dalam PUK SPAI PT Indomarco Prismatama Tangerang menyampaikan enam tuntutan resmi yang tertulis di spanduk mereka:

Menolak segala bentuk pemaksaan, tekanan, dan penggiringan pernyataan terhadap pekerja.

Menegaskan hak pekerja atas upah kerja lembur.

Menolak penggantian hak lembur dengan off tambahan yang tidak sesuai ketentuan.

Menuntut kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perusahaan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Menuntut penindakan tegas terhadap oknum yang melakukan intimidasi.