Performa dengan Chipset A18 Pro

MacBook Neo menggunakan chipset A18 Pro yang sebelumnya dipakai di iPhone. Meski bukan prosesor desktop, performanya memadai untuk kebutuhan sehari-hari seperti Microsoft Office dan konferensi video.

>>> Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026 Resmi Dimulai, Bebas Denda

Multitasking browsing dan streaming berjalan halus. Namun, untuk tugas berat seperti rendering video resolusi tinggi, kinerjanya tidak secepat MacBook Pro.

Spesifikasi RAM dan Penyimpanan

MacBook Neo hadir dengan RAM 8GB untuk semua varian. Kapasitas ini cukup untuk multitasking standar, tetapi mungkin terasa pas-pasan bagi pengguna profesional.

Pilihan penyimpanan: 256GB untuk pengguna cloud, atau 512GB dengan sensor Touch ID untuk keamanan biometrik.

Desain Elegan dengan Warna Baru

MacBook Neo mengusung desain minimalis dan ramping. Apple memperkenalkan empat pilihan warna baru: Blush, Citrus, Indigo, dan Silver.

Warna-warna ini dirancang untuk menarik generasi muda yang ingin tampil beda namun tetap profesional.

Baterai Tahan Lama dan Operasi Senyap

Baterai menjadi nilai jual utama berkat efisiensi chip A18 Pro. Laptop ini tidak menggunakan kipas pendingin, sehingga operasionalnya sangat senyap.

Penyesuaian Fitur untuk Harga Terjangkau

Untuk menekan harga, Apple menghilangkan lampu backlit keyboard. Hal ini mungkin menyulitkan saat mengetik di ruangan gelap.

Layar 13 inci memiliki spesifikasi lebih sederhana dibanding MacBook Air terbaru, tetapi kualitas visualnya tetap layak untuk bekerja dan hiburan.

Pintu Masuk ke Ekosistem Apple

Dengan harga mulai Rp10 jutaan, MacBook Neo menjadi pilihan menarik bagi pemula. Perangkat ini menawarkan integrasi dengan iPhone dan efisiensi baterai luar biasa.

>>> Aksi Memukau Diskoria di Java Jazz 2026: Penonton Tetap Padat Meski Diguyur Hujan

Bagi pelajar dan pekerja kantor, laptop ini adalah alternatif premium dengan harga bersahabat. MacBook Neo membuktikan bahwa kualitas tinggi tidak selalu mahal.