Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kini memiliki destinasi wisata halal baru. Nagari Sungai Batang di kawasan Danau Maninjau dikembangkan sebagai pusat pariwisata ramah muslim.

Destinasi ini diberi nama Halal Tourism Buya Hamka.

>>> Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7,1 Juta

Nama tersebut merupakan penghormatan kepada ulama besar sekaligus Ketua Umum pertama MUI yang lahir dan besar di daerah itu.

Inisiatif Wakaf Produktif

Lembaga Wakaf MUI menggagas pengembangan wisata halal melalui skema wakaf produktif. Tujuannya agar pariwisata memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Dalam pengembangannya, MUI menggandeng keluarga besar Buya Hamka dan Buya AR Sutan Mansur. Kolaborasi ini memperkuat aspek sejarah, budaya, dan nilai keislaman.

Halal Tourism Buya Hamka dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang melibatkan warga setempat. Fokus utamanya adalah menciptakan rantai nilai halal terintegrasi.

Program ini memiliki beberapa fokus pengembangan utama:

  • Penerapan indikator perjalanan ramah muslim (MuFTI).
  • Penyusunan peta jalan pengembangan wisata berbasis komunitas lokal.
  • Pendampingan tata kelola usaha bagi UMKM dan Pokdarwis.
  • Peningkatan kapasitas SDM sesuai standar pariwisata syariah.

Berbagai elemen masyarakat, dari perangkat nagari hingga komunitas adat, dilibatkan. Langkah ini memastikan produk wisata tetap menjaga kearifan lokal.

>>> China Perketat Larangan Perjalanan Peneliti AI DeepSeek dan Alibaba ke Luar Negeri

Pusat Informasi dan Pemberdayaan

Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat informasi terpadu bagi wisatawan Danau Maninjau. Pengunjung dapat mengakses informasi destinasi, paket perjalanan, dan penginapan halal.

Selain objek wisata, program ini diharapkan menjadi motor kreativitas generasi muda Sungai Batang. Kehadiran wisatawan membuka peluang kewirausahaan baru.

Berikut rencana distribusi manfaat dari hasil pengelolaan wakaf produktif:

  • Pemberdayaan Ekonomi: pengembangan usaha mikro dan dukungan kewirausahaan.
  • Sumber Daya Manusia: pelatihan dan pengembangan kapasitas warga lokal.
  • Sosial dan Religi: pembangunan sarana ibadah dan kegiatan sosial.

Pengelolaan dana wakaf yang transparan memastikan keuntungan kembali ke masyarakat. Hal ini memperkuat identitas Sungai Batang sebagai kampung sejarah yang mandiri.

Melalui integrasi sejarah Buya Hamka dan konsep wakaf, Nagari Sungai Batang siap menyambut wisatawan muslim global.

>>> Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Pakai NIK, Cair Cepat ke Rekening KKS

Inovasi ini membuktikan tradisi dan ekonomi syariah dapat berjalan beriringan untuk kemajuan daerah.