Gelandang andalan Arsenal, Declan Rice, menegaskan bahwa kekompakan timnya tetap terjaga meskipun baru saja menelan kekalahan pahit di final Liga Champions.

Ia menyebut seluruh anggota skuad merasakan suka dan duka secara bersama-sama dalam setiap momen pertandingan.

Arsenal harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Minggu dini hari WIB.

Pertandingan berakhir dramatis melalui drama adu penalti setelah skor imbang menghiasi waktu normal.

Drama Adu Penalti di Budapest

The Gunners sempat unggul melalui gol yang dicetak oleh Kai Havertz.

Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Ousmane Dembele menyamakan kedudukan melalui titik putih, yang memaksa laga berlanjut ke babak adu penalti.

Dalam babak penentuan tersebut, Arsenal kalah dengan skor 3-4.

Kegagalan Gabriel Magalhaes sebagai eksekutor terakhir yang tembakannya melambung di atas mistar memastikan trofi jatuh ke tangan PSG.

Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan final Liga Champions antara Arsenal melawan PSG:

  • Skor Waktu Normal: 1-1
  • Pencetak Gol: Kai Havertz (Arsenal), Ousmane Dembele (PSG)
  • Hasil Adu Penalti: Arsenal 3-4 PSG
  • Lokasi Pertandingan: Puskas Arena, Budapest, Hungaria

Hasil ini memberikan gelar Liga Champions kedua bagi PSG. Sementara Arsenal masih harus menunggu untuk gelar pertama mereka.

Pernyataan Declan Rice Usai Pertandingan

Berbicara kepada TNT Sport, Declan Rice mengibaratkan adu penalti sebagai sebuah lotere yang tidak terduga.

Ia menekankan bahwa bahkan tim-tim terbaik dalam sejarah sepak bola pun pernah mengalami nasib serupa di partai final.

Rice juga memberikan pembelaan kepada rekan setimnya, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, yang gagal mengeksekusi penalti.

Ia mengingatkan bahwa tanpa kontribusi keduanya, Arsenal tidak mungkin bisa merengkuh gelar Liga Inggris musim ini.