>>> Pemerintah Resmi Pangkas Bea Masuk LPG dan Plastik Jadi 0 Persen Mulai 2026

Nilai piutang nondagang umumnya tidak sebesar piutang dagang, tetapi pencatatannya tetap penting untuk akurasi laporan keuangan.

Contoh piutang nondagang antara lain: piutang biaya (uang muka sewa, asuransi, gaji, iklan), piutang penghasilan (tagihan jasa, sewa, bunga), uang muka pembelian, pinjaman karyawan, kelebihan bayar pajak, dan tagihan internal ke cabang.

Meski tidak berkaitan langsung dengan konsumen, piutang ini tetap mencerminkan aset yang akan menjadi kas. Pengawasan yang baik mencegah aset mengendap tanpa kejelasan.

3. Piutang Wesel

Piutang wesel adalah tagihan yang diperkuat surat perjanjian tertulis formal, disebut wesel atau promes (janji bayar).

Wesel merupakan janji tertulis tidak bersyarat untuk membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu.

Pihak yang menerbitkan janji bayar menyebutnya wesel bayar (notes payable). Perusahaan yang menerima uang menyebutnya wesel tagih (notes receivable) atau piutang wesel.

Berbeda dengan piutang dagang, wesel umumnya memiliki komponen bunga sebagai kompensasi penundaan pembayaran. Namun, ada wesel tanpa bunga yang dijual dengan sistem diskon.

Piutang wesel memberikan kepastian hukum lebih kuat karena dokumen tertulis. Keunggulan lainnya, wesel dapat dijual sebelum jatuh tempo untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.

>>> Team Spirit Juara PGL Astana 2026, Libas Falcons 3-0 Tanpa Perlawanan

Memahami perbedaan jenis piutang sangat penting dalam manajemen keuangan dan akuntansi. Dengan pemetaan yang tepat, perusahaan dapat menilai risiko dan menyusun strategi penagihan yang efektif.