Turnamen PGL Astana 2026 resmi berakhir dengan kemenangan dominan Team Spirit.

Tim asal Rusia ini sukses mengangkat trofi juara setelah menumbangkan Team Falcons lewat skor telak 3-0 di partai puncak.

>>> Fakta Final Liga Champions PSG vs Arsenal: Rekor dan Sejarah 2026

Kemenangan ini terasa spesial karena Team Spirit berhasil mempertahankan gelar juara secara beruntun.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa Spirit tetap menjadi kekuatan paling konsisten di level tertinggi kompetisi Counter-Strike 2 saat ini.

Dominasi Team Spirit di Map Dust2 dan Mirage

Pertandingan dimulai di map Dust2 yang merupakan pilihan Team Spirit. Meski sebagai unggulan, Spirit sempat mendapat perlawanan sengit dari Falcons sepanjang laga.

Memasuki babak kedua, Falcons berhasil mengejar ketertinggalan dan memaksa pertandingan berlanjut ke overtime. Namun, ketenangan mental pemain Spirit membuahkan hasil dengan menutup map pertama di skor 16-12.

Beberapa pemain Falcons seperti Ilya "m0NESY" Osipov dan Maksim "kyousuke" Lukin tampil apik secara individu. Sayangnya, performa mereka belum mampu mematahkan momentum kemenangan Team Spirit.

Di sisi lain, bintang Falcons yaitu NiKo kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Sang kapten Finn "karrigan" Andersen juga menjalani debut final yang pahit dengan catatan statistik 32–56 di sepanjang seri pertandingan.

Berlanjut ke map kedua yaitu Mirage, Falcons yang memilih map ini justru gagal memanfaatkan keuntungan. Team Spirit langsung tancap gas dan mengambil kendali penuh permainan sejak awal.

Spirit sukses mengamankan keunggulan 9-3 saat berada di sisi Counter-Terrorist (CT). Setelah posisi bertukar, Falcons tidak mampu mencari celah untuk bangkit hingga akhirnya menyerah dengan skor 13-7.

Andrey "tN1R" Tatarinovich menjadi bintang pada map ini dengan raihan 21 kill serta rating performa sangat tinggi.