Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah menumbangkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3.

Pertandingan final berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Sabtu waktu setempat.

>>> Flamengo Hajar Coritiba 3-0 di Maracanã, Samuel Lino Jadi Bintang

Laga harus diselesaikan lewat adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Arsenal unggul lebih dulu lewat gol cepat Kai Havertz pada menit keenam.

PSG menyamakan kedudukan melalui penalti Ousmane Dembele di menit ke-65.

Sejarah Baru bagi PSG

Kemenangan ini membawa PSG mencetak sejarah sebagai tim kedua pada era modern sejak musim 1992/93 yang sukses mempertahankan trofi kompetisi tertinggi Eropa tersebut setelah Real Madrid.

Berdasarkan data OPTA yang dilansir Antara, Les Parisiens juga menjadi klub ke-10 dalam sejarah 71 tahun Piala Eropa yang mampu meraih gelar juara secara berturut-turut.

Pelatih PSG, Luis Enrique, menurunkan komposisi skuad yang hampir sama dengan final musim lalu saat mereka menghancurkan Inter Milan 5-0.

Satu-satunya perubahan terjadi pada posisi penjaga gawang yang kini diisi oleh Matvey Safonov.

Arsenal Perpanjang Rekor Buruk

Di sisi lain, kekalahan ini membuat Arsenal memperpanjang rekor sebagai tim dengan jumlah penampilan terbanyak di sejarah Liga Champions yang belum pernah mengangkat trofi, yakni sebanyak 226 pertandingan.

Pertandingan berjalan ketat dengan dominasi penguasaan bola PSG.

Arsenal mencatatkan rata-rata penguasaan bola terendah mereka di bawah asuhan Mikel Arteta, yaitu sebesar 24,7 persen.

Ketegangan memuncak pada babak adu penalti setelah Eberechi Eze gagal mengeksekusi penalti.

Gabriel Magalhaes kemudian melambungkan bola di atas mistar gawang pada tendangan penentu.

Sesaat setelah kegagalan tersebut, kapten PSG Marquinhos langsung mendatangi dan memeluk erat rekan senegaranya di timnas Brasil itu untuk memberikan penghiburan di tengah lapangan.