Asisten YouTuber RA Akui Beli Whip Pink 20 Kali, Polisi Dalami Alur Pembelian
Asisten YouTuber RA Akui Beli Whip Pink 20 Kali, Polisi Dalami Alur Pembelian
Bareskrim Polri melanjutkan penyelidikan terkait peredaran gas nitrous oxide (N2O) yang dipasarkan dengan nama Whip Pink. Dalam pemeriksaan terbaru, asisten YouTuber berinisial RA yang dikenal dengan inisial CD mengakui telah berulang kali membeli produk tersebut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan CD mengaku melakukan pemesanan lebih dari lima kali untuk kemasan 640 gram maupun 950 gram. Transaksi itu berlangsung sejak pertengahan 2025 hingga awal 2026.
Menurut keterangan yang diterima penyidik, CD memperoleh informasi mengenai Whip Pink melalui pencarian internet. Setelah menemukan penjual, ia diarahkan untuk berkomunikasi dengan admin melalui WhatsApp.
Dalam proses pemesanan, CD diminta melengkapi formulir pembelian sebelum melakukan pembayaran menggunakan layanan mobile banking atas nama pribadi.
"Kemudian memesannya dengan cara mencari di Google dengan kata kunci 'Whip Cream', diarahkan ke WhatsApp admin, mengisi format pesanan, mentransfer via mobile banking pribadi," kata Eko.
>>> 18 Film Bioskop Juni 2026 yang Siap Tayang dari Horor Indonesia hingga Hollywood
Setelah pembayaran selesai, produk dikirim menggunakan jasa kurir. Berdasarkan pengakuan CD, waktu pengiriman tergolong cepat dan barang biasanya tiba sekitar satu jam setelah transaksi dilakukan.
Saat diperiksa penyidik, CD juga menjelaskan cara penggunaan produk tersebut. Ia menyebut isi tabung digunakan dengan cara dihirup.
"Barang diantar oleh kurir dalam waktu sekitar 1 jam, cara menggunakannya dihirup atau diisap," ujarnya.
Penyidik turut mencatat bahwa pembelian dilakukan dalam jumlah cukup banyak. Dari hasil pemeriksaan sementara, CD mengaku telah membeli sekitar 20 tabung Whip Pink sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026.
"Yang bersangkutan sudah membeli Whip Pink sebanyak 20 tabung pada akhir tahun 2025 dan awal 2026," kata Eko.
CD diketahui menjalani pemeriksaan pada 22 Mei 2026 setelah sebelumnya tidak memenuhi panggilan pertama dari penyidik. Keterangan yang diberikan kini menjadi bagian dari pendalaman perkara terkait distribusi dan penggunaan produk tersebut.
Update Terbaru
Kim Mathers, Mantan Istri Eminem, Dirawat di Rumah Sakit Usai Pingsan
Rabu / 15-07-2026, 12:43 WIB
Stripe dan Advent Ajukan Tawaran Akuisisi PayPal Senilai Rp 53 Miliar
Rabu / 15-07-2026, 12:42 WIB
Cody Bellinger Raih MVP All-Star Game, American League Kalahkan National League 4-0
Rabu / 15-07-2026, 12:42 WIB
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.030,35 Triliun pada Mei 2026
Rabu / 15-07-2026, 12:42 WIB
BP Tapera dan Asbanda Perkuat Sinergi Dukung Program 3 Juta Rumah
Rabu / 15-07-2026, 12:42 WIB
Polda NTT Periksa 36 Saksi Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Rabu / 15-07-2026, 12:42 WIB
Kutukan Ballon d'Or Berlanjut, Dembele Gagal Bawa Prancis Juara Piala Dunia
Rabu / 15-07-2026, 12:42 WIB
Plex Pulihkan Gangguan Server Besar yang Blokir Streaming Lokal dan Jarak Jauh
Rabu / 15-07-2026, 12:40 WIB
BNI Perkuat Tata Kelola Penyaluran KUR dengan Prinsip Kehati-hatian
Rabu / 15-07-2026, 12:40 WIB
OJK Targetkan POJK Demutualisasi BEI Rampung September 2026
Rabu / 15-07-2026, 12:39 WIB
Kebakaran Hutan Melanda Inggris, Kepala Pemadam Kebakaran Peringatkan Tekanan Ekstrem
Rabu / 15-07-2026, 12:35 WIB
Polisi Gagalkan Penyelundupan 12 Motor Curian dari Jakarta ke Sumatra
Rabu / 15-07-2026, 12:35 WIB
Pemkab Kudus Sidak Pajak Kendaraan ASN, 32 Objek Nunggak
Rabu / 15-07-2026, 12:34 WIB
Hilton Pecat Karyawan yang Hina Pemain WNBA dengan Ujaran Rasis
Rabu / 15-07-2026, 12:30 WIB







