Lacroix juga menyebut pengalaman Oliver Glasner yang pernah menjuarai Liga Europa sebagai modal krusial. “Dia tahu seberapa stresnya dan bagaimana mempersiapkan diri untuk momen seperti ini,” tuturnya.

Glasner dianggap telah membekali tim dengan segala aspek taktis yang dibutuhkan. “Dia memberi kami semua yang kami butuhkan untuk menang,” lanjut Lacroix.

Bagi skuad Crystal Palace, fokus penuh pada setiap menit pertandingan menjadi harga mati. “Anda harus fokus pada setiap detail, setiap menit.

Ini sangat penting untuk memenangkan trofi ini,” ucap Lacroix.

Kehadiran Glasner sejak awal di pusat latihan disebut telah menyuntikkan hasrat bertarung tinggi. “Ketika dia datang, dia memberi kami keinginan untuk berjuang,” kata Lacroix.

Sikap profesional Glasner membuat seluruh anggota tim berkomitmen penuh. “Dia sangat profesional dan kami ingin memberikan segalanya untuknya,” tegas Lacroix.

Ketika diminta merefleksikan momen terbaik musim ini, Lacroix mengaku kesulitan memilih satu laga spesifik.

Namun, ia mengingat pertandingan kandang melawan Fiorentina dan laga semifinal melawan Shakhtar Donetsk sebagai performa yang memuaskan.

“Shakhtar adalah tim yang sangat bagus,” jelas Lacroix. Ia berharap momen paling indah akan tercipta di pertandingan final nanti.

>>> Maxence Lacroix Siap Tinggalkan Crystal Palace, Chelsea Jadi Peminat Terdepan

“Saya harap itu terjadi di final,” pungkasnya.