Dalam pembagian kontrak tersebut, Astrolab memperoleh dana senilai USD 219 juta untuk pengerjaan rover CLV-1.

Di sisi lain, Lunar Outpost mendapatkan kontrak sebesar USD 220 juta untuk memproduksi rover Pegasus.

Kedua jenis kendaraan penjelajah ini dirancang memiliki daya jelajah operasional hingga jarak 200 km.

Sistem kendalinya dibuat fleksibel agar dapat disetir langsung oleh astronaut maupun dikontrol secara otonom oleh operator dari Bumi.

Carlos García-Galán selaku manajer program Moon Base di NASA mengonfirmasi bahwa pendarat Blue Moon Mark 1 milik Blue Origin akan mengangkut setiap rover ke area permukaan Bulan melalui penerbangan terpisah.

Nilai kontrak pengapalan ini mencapai USD 280,4 juta.

Kesepakatan ini menempatkan Blue Origin sebagai salah satu mitra krusial bagi NASA dalam megaproyek Moon Base.

Perusahaan ini tidak hanya menangani logistik kargo instrumen dan kendaraan, tetapi juga tengah menyiapkan lander Mark 2 yang diproyeksikan membawa astronaut.

Drone MoonFall untuk Pemetaan

Administrator NASA Jared Isaacman mengungkapkan bahwa karakteristik dan kondisi riil dari permukaan Bulan sejauh ini masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan.

Oleh sebab itu, cetak biru program Moon Base ini turut mencakup proyek pengembangan drone khusus bernama MoonFall yang bertugas memotret lanskap permukaan Bulan dalam resolusi sangat tinggi.

Teknologi drone MoonFall diharapkan mampu mendongkrak ketajaman citra permukaan Bulan yang saat ini baru mencapai resolusi 1 meter menjadi sangat detail hingga skala 1 cm.

>>> Raffi Ahmad Cukur Habis Rambut Saat Ibadah Haji, Simbol Ketundukan

NASA menargetkan drone pengintai ini sudah bisa mengudara di Bulan sebelum pelaksanaan misi Artemis IV yang dijadwalkan membawa astronaut mendarat di permukaan Bulan pada tahun 2028.