Militer Israel Perintahkan Evakuasi Massal di Libanon Selatan
Militer Israel (IDF) mengeluarkan perintah evakuasi massal yang mencakup sebagian besar wilayah Libanon Selatan. Kawasan tersebut resmi ditetapkan sebagai zona tempur menjelang serangan baru terhadap Hizbullah.
Penduduk setempat diminta segera bergerak ke utara Sungai Zahrani, sekitar 40 kilometer dari perbatasan. IDF menegaskan akan menggunakan kekuatan ekstrem dalam operasi ini, menuduh Hizbullah melanggar gencatan senjata.
>>> Pancasila sebagai Kompas di Tengah Ketimpangan Penguasaan Tanah
Instruksi ini merupakan yang terbesar sejak gencatan senjata berlaku pada 17 April lalu. Area terdampak diperkirakan mencapai 14 persen dari total wilayah Libanon.
Ketegangan meningkat setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperluas jangkauan operasi darat.
Keputusan itu dipicu serangan drone Hizbullah yang menargetkan tentara Israel di Libanon Selatan dan warga sipil di Israel Utara.
"Kami memperkuat zona keamanan untuk melindungi komunitas di utara," ujar Netanyahu dalam rapat kabinet.
Tak lama setelah instruksi evakuasi, jet tempur Israel membom Kota Tyre, salah satu pusat kota terbesar di Libanon Selatan.
Serangan itu memicu kepanikan dan pengungsian massal baru.
Rida, 52, pemilik kafe di dekat pantai Tyre yang rumahnya hancur akibat serangan bulan lalu, mengatakan situasi kali ini terasa berbeda.
>>> Ria Ricis Jalani Rinoplasti karena Alasan Medis, Bukan Sekadar Estetika
"Orang-orang mengemas barang-barang mereka. Semua orang ketakutan," katanya.
Instruksi pengosongan di selatan Sungai Zahrani berdampak pada sekitar 300 kota dan desa. Banyak warga, termasuk yang sebelumnya mengungsi, kebingungan mencari tempat perlindungan baru.
Pejabat lokal dan pekerja kemanusiaan menyatakan Kota Sidon sudah melampaui kapasitas menampung pengungsi. Masyarakat diimbau bergeser ke timur menuju Lembah Beqaa dan Gunung Libanon.
Hizbullah menuduh Israel melanggar gencatan senjata.
Kelompok itu mengklaim pejuang mereka terlibat pertempuran jarak dekat dengan pasukan Israel di Zawtar al-Sharqiyeh, di utara Sungai Litani.
Konfrontasi bersenjata sejak 2 Maret lalu dipicu oleh rentetan roket Hizbullah ke Israel. Aksi itu sebagai balasan atas serangan udara yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.
>>> Vinicius Junior Tegaskan Komitmen Bertahan di Real Madrid
Kementerian Kesehatan Libanon mencatat sedikitnya 3.213 orang tewas sejak awal pertempuran. Otoritas Israel menyatakan 23 tentara dan empat warga sipil tewas dalam periode yang sama.
Update Terbaru
Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026 Atlanta
Minggu / 12-07-2026, 13:28 WIB
Collider Soroti Empat Peran Ikonik Val Kilmer yang Mendefinisikan Kariernya
Minggu / 12-07-2026, 13:28 WIB
Max Holloway Kalahkan Conor McGregor akibat Cedera Lutut di Ronde Pertama UFC 329
Minggu / 12-07-2026, 13:28 WIB
LEGO Pamerkan Replika Raksasa Piala Dunia di New York
Minggu / 12-07-2026, 13:26 WIB
Zooey Deschanel dan Pemain New Girl Lobi Eksekutif untuk Lamorne Morris
Minggu / 12-07-2026, 13:26 WIB
Conor McGregor Cedera Lutut di UFC 329, Kalah dari Max Holloway
Minggu / 12-07-2026, 13:26 WIB
Kontroversi VAR: Aturan Mistaken Identity Singkirkan Swiss dari Piala Dunia
Minggu / 12-07-2026, 13:22 WIB
Fitur Tersembunyi Claude 2026: J-Space hingga Computer Use
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Harga Cabai Rawit Rp 61.900 per Kg, Bawang Merah Turun pada 12 Juli 2026
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Data Kejahatan Raleigh Q2 2026: Pembunuhan dan Perampokan Menurun
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Dewan Kota Charlotte Bahas Perubahan Ordinan Perlindungan Remaja
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Argentina Unggul Cepat atas Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026
Minggu / 12-07-2026, 13:21 WIB
Cara Cek PIP 2026 Online Lewat SIPINTAR, Status Penerima Bisa Dilihat Pakai NISN dan NIK
Minggu / 12-07-2026, 13:16 WIB







