Indeks Wall Street Kompak Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Baru
>>> Tiga Peringatan Penting yang Jatuh pada 29 Mei
Kondisi serupa menimpa saham Intel dan Qualcomm yang masing-masing mengalami koreksi sebesar 1% dan 6%.
Padahal, kedua saham produsen chip tersebut baru saja membukukan peningkatan nilai yang signifikan pada perdagangan hari Selasa.
Siklus reli saham teknologi pembuat chip ini awalnya digerakkan oleh laporan optimistis dari UBS.
Lembaga finansial tersebut memproyeksikan harga saham Micron masih berpeluang melonjak hingga lebih dari dua kali lipat dari posisi saat ini.
Analis UBS melihat tingginya permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan atau AI akan terus menyokong kontrak bisnis jangka panjang bagi para produsen memori.
Antusiasme terhadap industri ini juga sempat mendongkrak valuasi produsen asal Korea Selatan, SK Hynix, hingga ikut menembus kapitalisasi pasar US$ 1 triliun.
Peringatan Risiko Valuasi
Meskipun tren kecerdasan buatan tengah berada di atas angin, sejumlah analis mulai menyuarakan kewaspadaan terkait nilai valuasi yang beredar di pasar saat ini.
Chief Market Strategist Great Valley Advisor Group, Eric Parnell, memberikan peringatan bahwa valuasi pada saham-saham sektor semikonduktor kini sudah berada di level yang terlalu tinggi.
"Dampak transformasional AI memang sangat besar dalam beberapa tahun mendatang, tetapi valuasi banyak saham semikonduktor saat ini sudah terlalu panas dan bergerak terlalu jauh," ujar Parnell.
Parnell menambahkan bahwa catatan sejarah pasar modal membuktikan situasi lonjakan besar atau booming pada saham chip umumnya akan diikuti oleh fase koreksi yang mendalam.
Sepanjang tahun 2026 berjalan, saham Micron dan Intel tercatat telah mengalami kenaikan nilai hingga lebih dari tiga kali lipat.
Untuk sektor perbankan, saham JPMorgan Chase mencatatkan penurunan sebesar 2%.
>>> Gresini Racing Tunjuk Michele Pirro Gantikan Alex Marquez di GP Italia
Koreksi ini terjadi setelah CEO Jamie Dimon mengumumkan rencana perseroan yang berpotensi mengalokasikan dana hingga US$ 20 miliar demi melancarkan aksi akuisisi dalam beberapa tahun mendatang.
Update Terbaru
Bintang Jurassic Park Sam Neill Meninggal Dunia di Usia 78 Tahun
Senin / 13-07-2026, 14:22 WIB
Komisi III Bantah Isu Tolak RUU Perampasan Aset, Sebut Hoaks
Senin / 13-07-2026, 14:22 WIB
8 Cara Alami Menghentikan Cegukan dari Dokter
Senin / 13-07-2026, 14:22 WIB
Taylor Swift Bayar Rp2,90 M Demi Izin Nikah di Madison Square Garden
Senin / 13-07-2026, 14:21 WIB
LG Dirikan Pusat Bisnis Robotika untuk Percepat Komersialisasi AI Fisik
Senin / 13-07-2026, 14:21 WIB
Komisi Eropa Temukan Sementara Desain Instagram dan Facebook Langgar DSA
Senin / 13-07-2026, 14:21 WIB
Sukun: Superfood Lokal yang Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi
Senin / 13-07-2026, 14:21 WIB
Samsung Galaxy Watch8 Classic 46mm: Harmoni Sempurna Antara Desain Klasik dan Teknologi Masa Depan
Senin / 13-07-2026, 14:19 WIB
Apakah Ukuran Sepatu Lari Harus Pas? Ini Penjelasan yang Benar
Senin / 13-07-2026, 14:18 WIB
4 Bedak Tabur Lokal Terbaik untuk Kulit Berjerawat, Ringan dan Terjangkau
Senin / 13-07-2026, 14:18 WIB
10 Brand Mobil Terlaris dari Wholesales Juni 2026: Toyota Tak Tertandingi, Honda Dikejar Fuso
Senin / 13-07-2026, 14:17 WIB
Aktor Sam Neill Meninggal Dunia di Sydney pada Usia 78 Tahun
Senin / 13-07-2026, 14:16 WIB
Ryan Blaney Menang di Atlanta, Bubba Wallace Kena Penalti
Senin / 13-07-2026, 14:15 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Hantam AS, 58 Juta Orang Terdampak
Senin / 13-07-2026, 14:15 WIB







