Lucy Kallin dari Catalyst menyebut banyak individu kehilangan momentum transisi setelah bekerja. Tidak ada lagi perjalanan pulang dari kantor, dan ketidakpastian ekonomi mendorong pekerja terus menunjukkan dedikasi.

Kurangnya rasa percaya antara manajemen dan staf turut memperburuk keadaan. Pegawai khawatir kontribusi mereka tidak diakui jika tidak terlihat aktif terus-menerus.

Solusi Mengatasi Presenteeism

Langkah mengatasi masalah ini harus dimulai dari perubahan budaya internal perusahaan. Manajemen perlu berhenti memuji tindakan lembur atau sikap selalu siaga sebagai simbol loyalitas.

Perusahaan disarankan mengalihkan fokus pada hasil akhir, bukan aktivitas di permukaan. Pendekatan async-first mulai diadopsi oleh korporasi teknologi dengan menilai karyawan berdasarkan output.

>>> Kenali 8 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Playing Victim

Pemberian batasan jam kerja yang tegas juga penting agar karyawan memiliki ruang privat. Pemimpin perusahaan harus memberi contoh dengan tidak mengirim instruksi di luar waktu kerja yang disepakati.