Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Utara tidak hanya mempertemukan 48 negara, tetapi juga memperebutkan trofi paling sakral di dunia olahraga.

Di balik kemilau emas yang pernah diangkat Lionel Messi dan Diego Maradona, trofi ini menyimpan sejarah luar biasa.

>>> Presiden dan Wapres Serahkan Sapi Kurban Simental ke Solo

Fakta bahwa piala ini pernah disembunyikan dari incaran tentara Nazi hingga dicuri dan ditemukan oleh seekor anjing membuat nilainya jauh melampaui sekadar trofi biasa.

Trofi Jules Rimet: Lahir dari Visi Jules Rimet

Edisi pertama trofi diperkenalkan pada 1930 saat FIFA meluncurkan turnamen perdana di bawah kepemimpinan presiden Jules Rimet.

Awalnya bernama Victory, kemudian diubah menjadi Trofi Jules Rimet sebagai penghormatan atas jasanya.

Pematung Prancis Abel Lafleur merancang piala berbentuk Nike, dewi kemenangan Yunani kuno, yang mengangkat cawan tinggi-tinggi.

Trofi dari perak berlapis emas dengan dudukan batu lapis lazuli ini pertama kali dimenangkan Uruguay selaku tuan rumah.

Disembunyikan di Kotak Sepatu dan Ditemukan Anjing

Saat Perang Dunia II, pejabat sepak bola Italia Ottorino Barassi menyembunyikan trofi dalam kotak sepatu di bawah tempat tidurnya di Roma agar tidak dirampas Nazi.

Pada 1966, trofi dicuri saat dipamerkan di Inggris, namun ditemukan terbungkus koran di bawah semak-semak taman London Selatan oleh anjing bernama Pickles.

Setelah Brasil menyimpan trofi secara permanen usai juara ketiga pada 1970, trofi kembali dicuri pada 1983 dan diduga telah dilebur pencuri karena tak pernah ditemukan.

>>> KAI Catat Lonjakan Penumpang Kereta Compartment Suite 79 Persen

Trofi Modern: Simbol Baru Piala Dunia

Sebelum pencurian di Brasil, FIFA sudah memesan desain trofi baru. Seniman Italia Silvio Gazzaniga menciptakan trofi setinggi 36 cm dari emas 18 karat.