BRI Insurance bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui penanaman 7.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Kelurahan Untia, Kota Makassar.

Langkah penghijauan bertema Green Impact ini ditujukan untuk menjaga keseimbangan alam dan memperkuat ekosistem wilayah pesisir.

>>> Presiden dan Wapres Serahkan Sapi Kurban Simental ke Solo

Aksi pelestarian ini diproyeksikan mampu mereduksi dampak abrasi pantai, menyerap emisi karbon, sekaligus memulihkan habitat biota laut setempat.

Upaya penyelamatan lingkungan tersebut dilakukan bersama sejumlah lembaga pelestari lingkungan, seperti Yayasan Butta Porea Indonesia dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar.

Branch Manager BRI Insurance Cabang Makassar, Asniar Asnawi, menjelaskan bahwa inisiatif ini merefleksikan komitmen korporasi dalam menyajikan program kesejahteraan yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat dan alam sekeliling.

“Melalui program penanaman mangrove ini, BRI Insurance ingin menghadirkan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mendukung kehidupan masyarakat Makassar dan sekitarnya,” ujar Asniar.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

CEO BRI Insurance, Budi Legowo, menegaskan bahwa pertumbuhan usaha yang sehat harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga keserasian antara ekspansi bisnis dan proteksi terhadap ekosistem hidup yang berkelanjutan.

>>> KAI Catat Lonjakan Penumpang Kereta Compartment Suite 79 Persen

Di sisi lain, perwakilan dari PNM Makassar juga menegaskan tekad serupa terhadap perlindungan wilayah pantai.

Wakil Pemimpin Cabang PNM Makassar mengutarakan bahwa aksi penghijauan ini menjadi langkah konkret dalam mengawal kelestarian serta memberdayakan warga di area pesisir.

“Mangrove yang kita tanam hari ini adalah tameng alami pesisir: menahan abrasi, menjaga habitat biota laut, menyerap karbon, sekaligus menjadi warisan ekologi untuk anak cucu kita,” katanya.

Apresiasi terhadap sinergi lintas sektor ini datang dari organisasi komunitas lokal.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Butta Porea Indonesia, Fadli Padi, memberikan pujian atas terjalinnya kolaborasi aktif demi mempertahankan kelangsungan ekosistem hutan bakau di pantai Makassar tersebut.

Rangkaian kegiatan ini juga dibarengi dengan pelaksanaan sesi edukasi interaktif mengenai fungsi dan manfaat tanaman mangrove bagi penduduk lokal.

>>> Prabowo Subianto Salat Iduladha Bersama Diaspora di Paris

Agenda sosialisasi tersebut diselenggarakan sebagai instrumen edukatif untuk meningkatkan kesadaran kolektif warga dalam merawat ruang pesisir secara berkesinambungan.