Kapten tim nasional Jepang Wataru Endo menyatakan antusiasme tinggi menjelang laga perdana Grup F Piala Dunia 2026 melawan Belanda.

Pertandingan tersebut akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 15 Juni WIB.

>>> Lebih dari 60 Merek Otomotif Siap Ramaikan GIIAS 2026

Hasrat besar Endo dipicu oleh kesempatan bertanding melawan sejumlah rekan setimnya di Liverpool yang membela timnas Belanda.

Beberapa nama pemain tersebut di antaranya Virgil van Dijk, Cody Gakpo, Ryan Gravenberch, dan Jeremie Frimpong.

"Sebelum undian grup, Cody Gakpo sempat bercanda seperti, 'Mungkin kita bakal satu grup.' Dan itu benar-benar terjadi.

Banyak pemain Belanda di Liverpool seperti Virg (van Dijk), Jeremie Frimpong, dan Ryan Gravenberch," kata Endo.

Endo akan memainkan Piala Dunia ketiganya setelah edisi 2018 dan 2022.

Selain bersua empat koleganya di timnas Belanda, ia juga dijadwalkan bertarung melawan rekan seklub lainnya, Alexander Isak, penyerang timnas Swedia.

Pertemuan Jepang vs Swedia akan digelar di Stadion Dallas pada 26 Juni pukul 06.00 WIB.

>>> Crystal Palace vs Rayo Vallecano: Final Liga Conference di Leipzig

Sebelum menghadapi Swedia, timnas Jepang terlebih dahulu meladeni tantangan Tunisia pada 21 Juni pukul 11.00 WIB di Stadion Monterrey.

Melalui turnamen ini, armada Samurai Biru mengusung misi besar mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola negara mereka.

"Sebagai pemain tim Jepang, kami merasa bisa melakukan dan meraih sesuatu, atau bahkan mengejutkan dunia.

Piala Dunia selalu sulit dimainkan dan setiap tim benar-benar kuat, setiap negara juga sangat siap menghadapi turnamen ini," ujar Endo.

Skuad asuhan Hajime Moriyasu datang ke Piala Dunia 2026 dengan target melampaui babak 16 besar. Capaian babak 16 besar merupakan prestasi terjauh Jepang sepanjang tujuh kali partisipasi mereka.

Langkah Jepang untuk menembus babak perempat final selalu kandas dalam empat kesempatan sebelumnya.

>>> BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 27 Mei 2026: Mayoritas Cerah Berawan

Pada edisi 2022 di Qatar, laju mereka dihentikan Kroasia melalui adu penalti 1-3 setelah imbang 1-1 hingga babak tambahan.