Produk jam tangan pintar Apple Inc. yang dulu revolusioner saat dirilis tahun 2015, kini mulai terlihat usang.

Banyak perusahaan startup yang lebih inovatif dalam menghadirkan alternatif perangkat pintar untuk pergelangan tangan.

>>> Apple Luncurkan iOS 26.6 Beta dengan Fitur Batas Blokir Kontak

Whoop Inc. dan Oura Health Oy adalah dua contoh startup yang tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga menyajikan perangkat pengumpulan data yang didukung AI dengan daya baterai memadai.

Menurut Mark Gurman dalam buletin Power On, Apple berisiko tertinggal karena melambatnya inovasi.

Semakin banyak perangkat alternatif yang berhasil merespons selera pengguna, seperti gelang atau cincin 'sederhana' tanpa layar.

Produk ini lebih simpel dengan fungsi utama pemantauan kesehatan dan kualitas tidur, tanpa memberondong pengguna dengan notifikasi.

Pesaing Bergerak Lebih Cepat

Pesaing terberat Apple Watch, Google, kini sudah bergerak lebih maju dengan merilis FitBit Air dengan harga di bawah Rp2 juta.

Cerita masa lalu yang indah memang telah diraih Apple lewat jam tangan pintar 11 tahun lalu.

Apple Watch telah menjadi pendorong sektor perangkat jam canggih dengan penjualan US$100 miliar (sekitar Rp1.779 triliun).

Inovasinya saat itu menjadi alternatif bagi perangkat Garmin untuk pengguna luar ruang, ditambah eksperimental fitur kesehatan.

Apple hadir dengan pendekatan fashion dan keunggulan layar OLED, yang kemudian berkembang menjadi perangkat tahan air untuk berenang.

Apple Watch juga menjadi titik tolak pengembangan kacamata pintar, earbud fokus AI, serta perangkat wearable lainnya.

>>> Motorola Diduga Sisipkan Kode Afiliasi Rahasia di Aplikasi Belanja

Tantangan Inovasi ke Depan

Tantangan ke depan adalah kembali berinovasi di pasar perangkat wearable kesehatan dan kebugaran dengan akurasi data serta rekomendasi berarti untuk memperbaiki kondisi tubuh.