Hal serupa disampaikan Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan. Menurutnya, dinamika politik, geopolitik, dan ekonomi global memang memengaruhi ongkos produksi.

Namun, BYD belum berencana menaikkan harga jual.

"BYD di Indonesia investasi jangka panjang dan kita telah memikirkan kondisi-kondisi ini dari masa-masa kita melakukan comprehensive study.

Sampai saat ini kami masih tetap positif dan confident dengan strategi yang kami miliki, baik secara produk, pricing, juga promosi-promosi yang kami akan lakukan.

Sampai saat ini belum ada perubahan dengan adanya situasi-situasi tersebut," kata Luther.

>>> Arsenal Buru Morgan Rogers untuk Perkuat Skuad Juara

Gaikindo sendiri terus berupaya menstimulasi penjualan melalui pameran otomotif GIIAS 2026 yang akan digelar pada Juli-Agustus mendatang. Industri otomotif berharap daya beli masyarakat tetap terjaga meskipun rupiah melemah.