Idul Adha identik dengan pembagian daging sapi, kambing, atau domba segar. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperoleh asupan protein hewani, zat besi, dan vitamin.

Namun, konsumsi daging kurban dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat dapat membawa efek buruk bagi kesehatan. Masyarakat perlu membatasi porsi serta mengombinasikannya dengan sayuran.

>>> Maarten Paes Bawa Ajax ke Kualifikasi Liga Konferensi Eropa, Selebrasi Canggung

Manfaat Daging Kurban

Daging kurban merupakan sumber protein hewani yang baik untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Kandungan nutrisinya juga berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.

Daging merah kaya akan zat besi heme yang mudah diserap, bermanfaat bagi penderita anemia.

Vitamin B12, zinc, dan selenium mendukung produksi sel darah merah, fungsi saraf, serta kesehatan tiroid.

Bagi yang jarang mengonsumsi daging karena alasan ekonomi, Idul Adha menjadi kesempatan langka mendapatkan nutrisi berkualitas tinggi.

Daging segar yang baru disembelih memiliki rasa lebih enak dan nutrisi lebih optimal.

>>> Ole Romeny Belajar Hadroh Bareng Santri di Tangsel, Sikap Rendah Hatinya Dipuji

Risiko Kesehatan Akibat Konsumsi Berlebihan

Makan terlalu banyak daging kurban dalam waktu singkat dapat menimbulkan masalah. Daging merah mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi.

Konsumsi berlebihan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan hipertensi.

Gangguan pencernaan seperti kembung, sembelit, atau diare sering terjadi akibat perubahan pola makan mendadak.

Risiko meningkat jika daging dimasak dengan cara kurang sehat, seperti digoreng berulang atau dibuat sate dengan banyak kecap dan minyak.

>>> Mengenal Kolitis Ulseratif, Peradangan Usus Besar Kronis yang Perlu Diwaspadai

Kandungan purin tinggi dalam daging merah dapat memicu serangan nyeri sendi akibat asam urat. Konsumsi berlebihan juga membebani kerja ginjal dan hati dalam memproses protein.