Penjaga gawang Ajax Amsterdam, Maarten Paes, menjadi penentu kemenangan timnya saat mengalahkan FC Utrecht melalui adu penalti dengan skor 4-3.

Hasil ini membawa De Godenzonen lolos ke babak kualifikasi Liga Konferensi Eropa.

>>> 5 Film Bioskop Terbaru untuk Libur Idul Adha 2026

Namun, momen perayaan kemenangan berlangsung canggung.

Paes mengaku bingung karena tidak ada selebrasi meriah dari rekan setimnya, meskipun ia berhasil menggagalkan dua eksekusi penalti lawan.

Para pemain Ajax tampak ragu untuk merayakan secara besar-besaran keberhasilan lolos ke kompetisi kasta ketiga antarklub Eropa tersebut.

Akibatnya, tidak ada kerumunan pemain yang berlari mendekati Paes di lapangan.

Hanya Lucas Rosa yang menghampiri Paes sendirian. Kehadirannya yang seorang diri sempat menimbulkan kesalahpahaman.

>>> 10 Negara Terkotor di Dunia Tahun 2025, Indonesia Masuk Daftar

"Dia sendirian, jadi dia mengira penyelamatan saya dianulir dan penalti harus diulang," kata Paes.

Media Belanda De Telegraaf menyoroti kejanggalan ini. Mereka menulis bahwa biasanya kiper heroik dalam adu penalti akan dikerumuni rekan setim yang merayakan.

Namun, karena pemain Ajax ragu apakah pantas merayakan setelah mencapai Liga Konferensi, Paes kehilangan momen kegembiraan itu.

Sebelum menjadi pahlawan, karier Paes di Belanda sempat dikritik terkait kelemahannya. Ia menanggapi dengan realistis dan fokus pada perbaikan taktis.

>>> Arema FC Resmi Lepas Lucas Frigeri Setelah Kontrak Berakhir

"Jika Anda memasukkan sembilan puluh menit melawan FC Utrecht, maka saya telah mencatatkan clean sheet tujuh kali dalam 13 pertandingan," ujar Paes.