Aturan mengenai anjuran tidak makan dan minum sebelum shalat Iduladha sering menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kesamaan aturannya dengan Idulfitri.

Secara hukum asal, makan dan minum sebelum shalat Iduladha adalah mubah atau diperbolehkan.

>>> Bethesda Dikabarkan Tunda Rilis The Elder Scrolls VI hingga 2028-2029

Namun, jika merujuk pada sunnah Rasulullah SAW, terdapat perbedaan mendasar antara perlakuan pada Idulfitri dan Iduladha.

Anjuran Menunda Makan pada Iduladha

Berbeda dengan Idulfitri yang disunnahkan untuk makan terlebih dahulu, pada Iduladha umat Islam justru dianjurkan untuk menunda makan hingga selesai melaksanakan shalat Id.

Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Buraidah dari ayahnya.

Rasulullah SAW bersabda: "Rasulullah SAW tidak keluar pada hari Idul Fitri sebelum makan, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha hingga beliau menyembelih kurban."

(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Para ulama menjelaskan bahwa hikmah di balik anjuran ini adalah agar makanan pertama yang disantap pada hari raya kurban adalah daging dari hewan kurban yang disembelih.

Langkah tersebut menjadi bentuk syukur dan keberkahan atas ibadah kurban yang dilaksanakan.

>>> Thomas Tuchel Coret Foden dan Palmer dari Skuad Piala Dunia 2026 Timnas Inggris

Panduan Menyantap Makanan pada Hari Raya Kurban

Menunda makan dianjurkan dilakukan sejak terbit fajar hingga selesainya pelaksanaan shalat Id.

Bagi umat Islam yang menunaikan ibadah kurban, disunnahkan agar makanan pertama yang masuk ke tubuh adalah daging dari hasil kurban tersebut.

Perlu dicatat dengan baik bahwa aktivitas menunda makan ini bukanlah bentuk puasa dalam arti syariat. Perilaku tersebut murni merupakan anjuran perilaku atau amalan sunnah.

Kondisi Fisik Tetap Menjadi Prioritas

Meskipun terdapat sunnah untuk menunda makan, pengecualian tetap berlaku bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Penderita maag kronis atau lansia yang membutuhkan asupan energi segera diperbolehkan untuk makan atau minum secukupnya.

Menjaga kesehatan serta kekuatan fisik untuk beribadah tetap menjadi prioritas utama. Hal ini bertujuan agar shalat Id dapat dijalankan dengan khusyuk oleh setiap jemaah.

>>> Marinus Gea Dorong Pemerintah Siapkan Tata Kelola AI dan UU Nasional

Pemahaman terhadap perbedaan sunnah ini diharapkan dapat membantu umat Islam dalam menjalankan ibadah Iduladha secara lebih sempurna sesuai tuntunan Rasulullah SAW dengan tetap memperhatikan kondisi fisik masing-masing.