Hari Raya Iduladha sering menyisakan daging kurban yang melimpah. Kapasitas freezer di rumah pun bisa penuh.

Bagi Anda yang menghadapi masalah ini, ada lima cara menyimpan daging kurban tanpa kulkas. Metode ini praktis dan efektif menjaga kualitas daging agar tidak cepat membusuk.

>>> iNova Pharmaceuticals Edukasi Perawatan Area Kewanitaan Saat Red Days

Metode Pengeringan (Dendeng)

Potong daging secara tipis-tipis. Lumuri dengan bumbu seperti ketumbar, bawang putih, dan gula merah.

Jemur di bawah terik matahari sampai benar-benar kering. Proses ini menghentikan pertumbuhan bakteri.

Merebus Daging

Rebus daging dengan rempah-rempah antibakteri seperti lengkuas, serai, dan kunyit. Rebus hingga setengah matang.

Alternatifnya, gunakan teknik confit dengan memasak daging perlahan dalam lemak. Cara ini memperpanjang umur simpan.

Pengawetan dengan Garam

Balur irisan daging dengan garam kasar. Diamkan selama 4–6 jam.

Setelah itu, jemur hingga kering. Daging bisa bertahan 1–2 bulan di dalam wadah kedap udara.

Mengasapi (Smoking)

Lumuri daging dengan bumbu. Asapi di atas tungku kayu dengan api kecil selama 6–8 jam.

>>> BRI Life Raih Tiga Penghargaan Digital Brand Awards 2026

Proses ini membuat daging kering kecokelatan, membunuh bakteri, dan memberikan aroma khas.

Merendam dalam Minyak Goreng

Masukkan daging segar ke dalam wadah. Tuangkan minyak goreng sampai terendam sepenuhnya.

Minyak mencegah oksigen dan bakteri luar menyentuh permukaan daging.

Tips Tambahan

Gunakan daging segar dan bersih. Potong kecil-kecil agar pengawetan merata.

Jauhkan dari sinar matahari langsung setelah kering. Simpan di tempat teduh, kering, dan berventilasi baik.

Periksa secara berkala. Jika ada bau atau jamur, buang segera.

>>> Hukum Makan Sebelum Shalat Iduladha, Berbeda dengan Idul Fitri

Jangan mencuci daging dengan air jika ingin menyimpannya dengan metode pengasinan atau perendaman minyak. Cukup bersihkan dengan tisu dapur agar daging tidak mudah terkontaminasi bakteri air.