Peta produksi susu sapi perah di Jawa Tengah mengalami pergeseran signifikan.

Kawasan Pantai Utara (Pantura) seperti Kabupaten Batang, Pekalongan, dan Brebes diproyeksikan menjadi tulang punggung baru bagi industri susu nasional.

>>> Hidemasa Morita Tinggalkan Sporting CP, Gabung Leeds United

Langkah strategis ini diambil guna memenuhi kebutuhan susu dalam negeri yang masih sangat bergantung pada impor.

Pengembangan ini sekaligus menyuplai industri pengolahan susu yang mulai menjamur di kawasan industri Batang.

Kabupaten Batang dan Pekalongan telah memulai pengembangan ternak sapi perah secara intensif.

Kehadiran sentra baru ini menjadi angin segar bagi ekosistem industri di Jawa Tengah, meski populasinya belum sebesar daerah sentra lama.

Pemicu Pengembangan

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Andiningtyas Mula Pertiwi, mengungkapkan bahwa berdirinya pabrik susu besar di Batang menjadi pemicu utama.

Di Kecamatan Reban, Batang, saat ini telah tersedia 150 ekor sapi perah sebagai tahap awal.

"Selama ini produksi susu sapi perah didominasi daerah di Jawa Tengah bagian selatan dan tengah, kini sejumlah daerah di Pantura juga ikut mengembangkan sapi perah menyusul berdirinya pabrik susu di Batang," ujar Andiningtyas.

Mega Farm Brebes Targetkan Pangkas Impor

Salah satu proyek paling ambisius adalah pengembangan Mega Farm di Kabupaten Brebes.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyatakan bahwa fasilitas ini diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen dari total produksi susu nasional.

Angka ini sangat krusial mengingat saat ini produksi susu dalam negeri baru mencapai sekitar 1 juta ton per tahun.

>>> FIFA Resmi Rilis Markas Latihan Piala Dunia 2026 di AS, Meksiko, Kanada