Brand smartphone kerap menggunakan tagline marketing yang terdengar bombastis untuk menjual fitur. Namun, tidak semua fitur tersebut berfungsi sesuai klaim.

Banyak gimmick yang sengaja dijual sebagai fitur unggulan, padahal kenyataannya bisa mengecoh konsumen. Berikut tujuh gimmick spesifikasi yang perlu Anda waspadai.

>>> Terpopuler: 7 HP Midrange Rasa Flagship hingga Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark

Gimmick yang Sering Dijumpai

Kamera Megapixel Tinggi — Kualitas foto tidak hanya ditentukan oleh megapixel. Faktor seperti kualitas sensor, chip ISP, dan optimasi software justru lebih berpengaruh.

Kamera Macro 2MP — Kamera makro resolusi 2MP biasanya menghasilkan gambar kurang tajam. Kehadirannya sering hanya sebagai pelengkap estetika setup kamera belakang.

Extend RAM — Fitur ini mengambil sebagian penyimpanan internal yang kecepatannya (UFS) jauh di bawah RAM asli. Alhasil, peningkatan performa tidak signifikan.

Peak Brightness Super Tinggi — Klaim kecerahan hingga 5000 nits sering menyesatkan. Kecerahan tersebut hanya bertahan beberapa detik dan hanya tercapai pada titik spesifik dalam kondisi tertentu.

>>> Lenovo Luncurkan Monitor Gaming Lecoo Bellator Zhan 25Q dengan Harga Rp2 Jutaan

Skor Benchmark Tinggi — Skor tinggi tidak menjamin kenyamanan jika sistem pembuangan panas buruk. Performa akan cepat turun (throttling) saat bermain game dalam waktu lama.

Refresh Rate Di Atas 120Hz — Layar 144Hz kerap menjadi gimmick karena dukungan refresh rate tinggi hanya diberikan pada beberapa game populer.

Selebihnya, refresh rate mentok di 120Hz.

Update Software Jangka Panjang — Janji pembaruan OS bertahun-tahun perlu dikritisi. Konsistensi brand dalam memberikan update security patch bulanan yang lebih krusial sering kali tidak terpenuhi.

>>> Haier Luncurkan W3, Eksoskeleton Olahraga AI Teringan di Dunia

Kenali gimmick-gimmick ini agar tidak mudah tergiur trik marketing saat membeli smartphone.