Program Internet Rakyat (IRA) dinilai mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan oleh Dewan Pemegang Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge), Hashim Djojohadikusumo.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam peluncuran IRA Regional-1 di Kantor Surge, Jakarta, pada Selasa (26/5/2026). Program ini menyasar pelaku UMKM, mahasiswa, dan tenaga pendidik.

>>> Kipas Team Rilis Update FF Kipas Beta v2.105 Hari Ini untuk Atasi Crash

Dampak Positif terhadap PDB

Hashim menyebut IRA sebagai game changer bagi perekonomian Indonesia. Menurutnya, efisiensi biaya internet berkorelasi langsung dengan akselerasi ekonomi.

Ia merujuk pada riset global McKinsey yang menunjukkan setiap kenaikan 10% populasi yang mendapat akses internet murah dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi 0,7 hingga 1,3% per tahun.

Surge menargetkan pemasangan 5 juta pelanggan tahun ini, dengan potensi mencapai 10 juta. Infrastruktur telah siap mendukung ekspansi tersebut.

>>> Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces: Kelola Keuangan dan Asmara

Tarif layanan fixed broadband IRA mulai Rp100.000 per bulan untuk kecepatan hingga 100 Mbps. Hashim menyebut biaya itu setara dengan tiga bungkus rokok.

Pembangunan jaringan ini diharapkan terintegrasi dengan sektor perumahan, hilirisasi industri, dan kawasan ekonomi.

>>> Simbadda Hadirkan Experience Store untuk Edukasi Pemilihan Speaker Rumah

Hingga 26 Mei 2026, Regional-1 telah memiliki lebih dari 550 site aktif dan 3.189 radio units di 82 kota/kabupaten di Jawa, Maluku, dan Papua.