Harga emas dunia masih bertahan di kisaran US$ 4.500 per troy ounce pada Rabu (27/5/2026).

Komoditas ini kesulitan mendapatkan momentum penguatan baru.

>>> Umat Islam Dianjurkan Mandi Sunnah Sebelum Salat Idul Adha

Berdasarkan data Kitco yang dipantau Investor Daily, harga emas terkoreksi 1,39% ke level US$ 4.505 per troy ounce.

Sebelumnya, emas juga turun 0,69% ke US$ 4.538,26 setelah serangan AS di selatan Iran.

Pelemahan ini terjadi setelah Indeks Kepercayaan Konsumen AS merosot ke 93,1 pada Mei 2026, turun dari 93,8 pada April.

Realisasi ini sedikit di atas ekspektasi ekonom, namun sentimen pasar tetap lemah.

"Kepercayaan konsumen sedikit menurun pada Mei karena dampak inflasi dari perang di Timur Tengah semakin intensif," kata Kepala Ekonom The Conference Board, Dana M.

>>> AS Roma Perpanjang Kontrak Mario Hermoso dan Permanenkan Donyell Malen

Peterson.

Peterson menambahkan, penilaian konsumen terhadap kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja saat ini sedikit kurang positif.

Namun, hal ini diimbangi oleh peningkatan moderat dalam ekspektasi enam bulan ke depan. Sementara itu, ekspektasi pendapatan menurun karena lebih banyak responden mengantisipasi pendapatan lebih rendah.

Analis Societe Generale memproyeksikan penurunan harga emas masih berpotensi berlanjut hingga US$ 4.350 per troy ounce.

>>> Prakiraan Cuaca Jakarta 27 Mei 2026: Waspadai Awan Tebal Pagi Hari

"Pertemuan antara rata-rata pergerakan harga 200 hari (200-DMA) dan garis tren naik multi-tahun di dekat US$ 4.350 bisa menjadi support potensial berikutnya," ungkap analis Societe Generale.